JAKARTA, Cobisnis.com – Sekretaris Jenderal Organisasi Maritim Internasional (IMO), Arsenio Dominguez, mengimbau kapal-kapal menghindari pelayaran melalui Selat Hormuz menyusul meningkatnya serangan terhadap kapal komersial di kawasan tersebut.
Dominguez menegaskan operasi pelayaran yang aman belum dapat dilanjutkan selama akar konflik yang memicu krisis belum ditangani.
Dalam wawancara dengan Xinhua di markas IMO di London pada Jumat (16/10/2026), ia mengatakan imbauan untuk menghindari Selat Hormuz dan aktivitas perdagangan di kawasan itu masih berlaku.
IMO juga meminta kapal meningkatkan perlindungan terhadap pelaut, kapal, serta lingkungan di tengah situasi keamanan yang terus memburuk.
Dominguez menilai penyelesaian konflik membutuhkan dialog antara pihak-pihak yang terlibat agar penyebab utama krisis dapat diatasi.
Menurutnya, IMO hanya dapat menangani aspek operasional pelayaran, sedangkan keamanan jangka panjang bergantung pada upaya penyelesaian konflik oleh pihak terkait.
Serangan Kapal Meningkat
Data yang dipublikasikan di situs resmi IMO menunjukkan serangan terhadap kapal komersial di dalam dan sekitar Selat Hormuz meningkat dalam beberapa waktu terakhir.
Sebanyak 12 serangan terhadap kapal dilaporkan terjadi di kawasan tersebut selama periode 5–11 Oktober 2026, menjadi jumlah tertinggi dalam satu pekan sejak konflik dimulai.
Pada 11 Oktober saja, enam kapal menjadi sasaran serangan, memperlihatkan meningkatnya risiko keamanan bagi pelayaran di jalur strategis tersebut.
Situasi ini mendorong IMO kembali mengingatkan operator kapal agar mengutamakan keselamatan awak dan menghindari kawasan berisiko sampai kondisi memungkinkan pelayaran berlangsung dengan aman.