Inflasi, Sanksi, dan Utang, Ini Deretan Negara dengan Mata Uang Paling Lemah di Dunia 2026

Oleh M.Dhayfan Al-ghiffari pada 14 May 2026, 15:19 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com - Rupiah Indonesia disebut masuk daftar lima mata uang terlemah di dunia terhadap dolar AS per 14 Mei 2026. Berdasarkan data Forbes, nilai tukar rupiah berada di level Rp17.499 per dolar AS dan menempati posisi kelima secara global.

Posisi pertama ditempati Rial Iran dengan kurs mencapai 1.313.000 rial per dolar AS. Pelemahan ini dipicu sanksi ekonomi berkepanjangan serta konflik geopolitik yang terus menekan ekonomi Iran.

Di urutan kedua ada Pound Lebanon dengan nilai tukar 89.750 pound per dolar AS. Lebanon masih menghadapi inflasi tinggi, krisis perbankan, pengangguran, dan ketidakstabilan politik yang berkepanjangan.

Dong Vietnam berada di posisi ketiga dengan kurs 26.350 dong per dolar AS, disusul Kip Laos di posisi keempat dengan 21.950 kip per dolar AS. Pelemahan keduanya dipengaruhi perlambatan ekonomi, tekanan perdagangan, dan tingginya suku bunga global.

Rupiah menempati posisi kelima dengan nilai Rp17.499 per dolar AS. Forbes menyebut tekanan inflasi dan kekhawatiran resesi menjadi faktor yang ikut membebani nilai tukar Indonesia.

Di bawah rupiah terdapat Som Uzbekistan dan Franc Guinea yang sama-sama tertekan inflasi dan perlambatan ekonomi. Sementara Guarani Paraguay dan Ariary Madagaskar juga masuk daftar akibat ketergantungan tinggi terhadap komoditas.

Posisi kesepuluh ditempati Franc Burundi dengan kurs 2.975 franc per dolar AS. Negara di Afrika Timur itu masih menghadapi kemiskinan dan keterbatasan ekonomi yang membuat mata uangnya terus tertekan.