JAKARTA, Cobisnis.com – Inggris memasuki babak politik baru setelah Andy Burnham mengambil alih kepemimpinan Partai Buruh. Ia dijadwalkan resmi menjadi perdana menteri pada Senin, menggantikan Keir Starmer.
Burnham akan menjadi perdana menteri ketujuh Inggris dalam satu dekade. Pergantian pemimpin itu terjadi ketika negara menghadapi perlambatan ekonomi, tekanan pada layanan publik, dan rendahnya pertumbuhan taraf hidup masyarakat.
Selain itu, ketidakstabilan politik dalam beberapa tahun terakhir turut memengaruhi kepercayaan publik. Kondisi tersebut membuat pemerintahan baru menghadapi ekspektasi besar untuk membawa perubahan.
Burnham berjanji membuka "era baru yang penuh peluang" bagi Inggris. Ia menilai negaranya membutuhkan optimisme sekaligus kebijakan yang mampu mendorong pemulihan ekonomi.
Sebelum memimpin pemerintahan, Burnham menjabat sebagai Wali Kota Greater Manchester di wilayah barat laut Inggris. Selama menjabat, ia dikenal aktif menyuarakan kepentingan daerah dan membangun citra sebagai pemimpin yang dekat dengan masyarakat.
Sementara itu, banyak pengamat menilai Burnham memiliki kemampuan komunikasi yang kuat. Gaya bicaranya yang santai, mudah dipahami, dan penuh humor membuatnya lebih mudah menjangkau berbagai kalangan.
Meski begitu, Burnham kini menghadapi tantangan besar. Ia harus membuktikan bahwa kepemimpinannya mampu mengembalikan pertumbuhan ekonomi, memperbaiki layanan publik, dan memulihkan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.