Investor Mulai Bidik Minyak Venezuela, Peluang Besar Hadapi Risiko Tinggi pada 2026

Oleh Zahra Zahwa pada 03 Aug 2026, 11:25 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com – Minat investor terhadap sektor minyak Venezuela mulai meningkat. Perubahan politik yang terjadi pada awal 2026 membuka peluang baru bagi perusahaan energi untuk kembali masuk ke negara tersebut.

Sekitar 200 pelaku industri energi berkumpul di London, Inggris, untuk membahas prospek investasi di sektor minyak Venezuela. Pertemuan itu menjadi salah satu sinyal meningkatnya optimisme terhadap masa depan industri energi negara tersebut.

Greig Gilbert, Chief Executive Officer Apertura Energy, menyampaikan bahwa saat ini menjadi waktu yang tepat untuk mulai berinvestasi di Venezuela. Menurutnya, perubahan kondisi politik menciptakan peluang yang sebelumnya sulit dibayangkan.

Apertura Energy berencana menanamkan investasi besar di sektor minyak Venezuela. Selain itu, perusahaan tersebut mengubah nama dan strategi bisnisnya beberapa bulan setelah Amerika Serikat mencabut dukungan terhadap pemerintahan Presiden Nicolás Maduro pada Januari 2026.

Perubahan tersebut membuka jalan bagi investor asing untuk memasuki industri minyak Venezuela. Selama bertahun-tahun, sektor itu didominasi oleh perusahaan minyak milik negara.

Sementara itu, Apertura Energy bukan satu-satunya perusahaan yang menunjukkan minat. Sejumlah rumah dagang, investor, serta perusahaan minyak dan gas juga menghadiri forum tersebut untuk menjajaki peluang bisnis.

Selain membahas potensi investasi, acara di London juga menjadi pengantar menuju Venezuela Energy Week. Konferensi yang lebih besar itu dijadwalkan berlangsung pada Oktober 2026 di Caracas.

Meski begitu, para investor masih menghadapi tantangan besar. Infrastruktur minyak Venezuela membutuhkan investasi besar setelah bertahun-tahun mengalami penurunan produksi dan minimnya perawatan.

Karena itu, banyak pelaku industri menilai potensi keuntungan di Venezuela tetap sejalan dengan tingkat risiko yang harus dihadapi. Mereka kini menunggu perkembangan kebijakan dan stabilitas politik sebelum merealisasikan investasi dalam skala besar.