JAKARTA, Cobisnis.com - Juru Bicara Corps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC), Hossein Mohebbi menegakan akan mengungkap target dan persenjataan baru sambil menyoroti keberadaan tujuh kabel internet utama di bawah Selat Hormuz, di tengah meningkatnya ketegangan dengan Amerika Serikat.
"Terdapat tujuh kabel internet utama yang melintasi bawah Selat Hormuz," kata juru bicara IRGC Hossein Mohebbi, dikutip dari anadolu, Rabu (21/10/2026).
Ia mengklaim bahwa seluruh lalu lintas data internet dan perdagangan melewati kabel-kabel tersebut.
"Kami hanya ingin mereka tahu bahwa target-target baru akan diumumkan. Senjata-senjata baru juga akan diperkenalkan," tambahnya.
Menurut laporan lembaga penyiaran pemerintah Iran, IRIB, Mohebbi menyampaikan pernyataan tersebut dalam sebuah acara di Museum Pertahanan Suci di Teheran.
Dia juga berjanji akan mengusir apa yang disebutnya sebagai sisa-sisa kekuatan AS dari kawasan tersebut.
Sebelumnya pada bulan ini, Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran Mohsen Rezaei mengatakan kepada stasiun televisi pemerintah Iran, Press TV, bahwa Teheran dapat menargetkan kabel internet bawah laut, pusat data, dan fasilitas kecerdasan buatan (AI) yang terkait dengan AS jika perang kembali pecah.
"Kami belum memasukkan fasilitas-fasilitas tersebut ke dalam daftar target kami," kata Rezaei.
Seraya memperingatkan AS, Razaei menegaskan bahwa infrastruktur tersebut dapat dihancurkan jika konflik kembali terjadi.
AS dan Israel melancarkan perang terhadap Iran pada 28 Februari. Teheran kemudian membalas dengan serangan rudal dan drone di berbagai wilayah kawasan serta secara efektif menutup Selat Hormuz, sementara Washington belakangan memberlakukan blokade laut terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.
AS dan Iran selanjutnya menandatangani nota kesepahaman pada Juni mengenai kebebasan navigasi di Selat Hormuz.
Namun, pelaksanaannya terhambat akibat perbedaan pandangan terkait keamanan di jalur perairan strategis tersebut.