Iran Ejek Trump dengan “You’re Fired”, Ketegangan Selat Hormuz Kian Memanas

Oleh M.Dhayfan Al-ghiffari pada 23 Mar 2026, 22:20 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com – Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat kembali meningkat setelah pernyataan tajam dari juru bicara militer Iran yang menyindir Presiden AS Donald Trump dengan kalimat “You’re fired”.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Ebrahim Zolfaghari dari markas besar Khatam al-Anbiya. Ia menggunakan frasa ikonik Trump yang dikenal luas saat membawakan acara televisi The Apprentice.

Kalimat tersebut muncul menjelang tenggat waktu ultimatum yang diberikan Trump terkait pembukaan penuh Selat Hormuz. Situasi ini memperlihatkan meningkatnya tensi diplomatik di kawasan Timur Tengah.

Selat Hormuz merupakan jalur strategis bagi distribusi energi global. Sekitar 20 persen pasokan minyak dunia melewati wilayah ini, sehingga setiap ancaman penutupan berdampak besar pada ekonomi global.

Iran menegaskan akan memberikan respons keras jika Amerika Serikat melanjutkan ancaman terhadap infrastruktur energi dan listrik mereka. Pernyataan ini mempertegas posisi defensif sekaligus ofensif Teheran.

Dalam pernyataan terpisah, pihak militer Iran juga mengklaim telah menyerang target militer AS di kawasan, termasuk pangkalan udara Pangeran Sultan di Arab Saudi dan Armada Kelima AS di Bahrain.

Serangan tersebut disebut menggunakan kombinasi rudal dan drone. Namun hingga saat ini, klaim tersebut belum dapat diverifikasi secara independen dan belum ada konfirmasi resmi dari pihak Amerika Serikat.

Iran juga menolak tuduhan bahwa mereka berencana menyerang fasilitas desalinasi air di kawasan Teluk. Mereka menyebut tuduhan tersebut sebagai narasi yang tidak berdasar.

Lebih lanjut, Iran menyatakan akan membalas serangan dengan pola yang setara. Jika fasilitas listrik mereka diserang, maka mereka akan menargetkan fasilitas energi pihak lawan di kawasan.

Pernyataan ini mencerminkan strategi pencegahan yang mengandalkan efek timbal balik. Hal tersebut berpotensi meningkatkan risiko konflik terbuka jika eskalasi terus berlanjut.

Dari sisi global, ketegangan ini dapat berdampak langsung pada harga energi, stabilitas pasar, serta keamanan jalur perdagangan internasional. Negara-negara yang bergantung pada pasokan minyak akan menjadi pihak yang paling terdampak.