Iran Minta Warga Bersiap Hadapi Kemungkinan Serangan Nuklir

Oleh Hidayat Taufik pada 05 Nov 2026, 10:08 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com -  Pemerintah Iran mendadak menyiarkan panduan keselamatan bagi masyarakat untuk mengantisipasi kemungkinan serangan nuklir. Informasi tersebut disampaikan melalui televisi nasional pada Selasa (3/11/2026), di tengah meningkatnya ketegangan dengan Amerika Serikat.

Mengutip laporan Al Arabiya, panduan tersebut berisi sejumlah langkah perlindungan diri apabila terjadi ledakan nuklir. Warga diminta tidak melihat langsung kilatan cahaya ledakan dan segera mencari tempat berlindung jika sedang berada di luar ruangan.

Apabila tidak memungkinkan memasuki bangunan, masyarakat disarankan berlindung di balik penghalang atau berbaring serendah mungkin dengan posisi wajah dan kepala terlindungi.

Setelah ledakan terjadi, warga diminta segera memasuki bangunan terdekat. Pemerintah juga mengingatkan masyarakat agar tidak keluar hanya untuk menyaksikan atau mengambil gambar situasi.

Tempat perlindungan yang disarankan adalah ruang bawah tanah atau bagian tengah bangunan yang jauh dari jendela dan dinding luar. Pintu serta jendela harus ditutup, sementara pendingin ruangan yang mengambil udara dari luar perlu dimatikan.

Panduan tersebut juga mencakup langkah penanganan apabila seseorang terpapar material radioaktif. Warga diminta segera mengganti pakaian, menyimpannya dalam wadah tertutup, serta membersihkan kulit menggunakan air dan sabun.

Selain itu, masyarakat diminta menyiapkan persediaan air minum dan makanan kemasan. Warga juga dianjurkan tetap berada di dalam bangunan setidaknya selama 24 jam serta mengikuti arahan resmi mengenai jalur evakuasi.

Penyiaran panduan ini berlangsung ketika Presiden Amerika Serikat Donald Trump memberikan sinyal kemungkinan melancarkan serangan baru terhadap Iran. Salah satu target yang disebut adalah Gunung Pickaxe, yang diyakini Washington menyimpan komponen program nuklir Iran.

Sejumlah laporan media Amerika Serikat turut menyebut kemungkinan penggunaan Mother of All Bombs (MOAB), bom non-nuklir terkuat milik Washington. Serangan tersebut dikabarkan berpotensi dilakukan setelah pemilu paruh waktu Amerika Serikat pada 3 November 2026.