Iran Tegaskan Akan Membalas Jika AS Melanggar Kesepakatan Awal yang Telah Disetujui

Oleh Zahra Zahwa pada 19 Jun 2026, 16:20 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com — Ketua Parlemen Iran sekaligus negosiator utama, Mohammad Bagher Ghalibaf, memperingatkan Amerika Serikat agar tidak melanggar kesepakatan awal yang baru ditandatangani.

Ia juga meminta Washington tidak mengajukan tuntutan yang dinilai berlebihan selama proses negosiasi berlangsung. Menurut Ghalibaf, Iran akan memberikan respons tegas jika pihak lawan menunjukkan itikad buruk.

Selain itu, ia menegaskan bahwa Teheran siap mengambil langkah keras apabila terjadi pelanggaran terhadap isi kesepakatan.

Dalam pernyataannya di media sosial X, Ghalibaf mengatakan Iran tidak akan ragu memberikan respons yang menghancurkan kepada musuh jika diperlukan.

Ia juga mengingatkan bahwa Amerika Serikat pernah menerima tekanan selama konflik sebelumnya. Karena itu, Ghalibaf menilai konsekuensi yang lebih berat dapat terjadi apabila situasi serupa kembali terulang.

Sementara itu, tim perunding Iran terus bekerja untuk memastikan seluruh syarat dan klausul kesepakatan dapat dijalankan. Ghalibaf menyebut upaya tersebut dilakukan sesuai arahan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Seyyed Mojtaba Khamenei.

Sebelumnya, Khamenei mengonfirmasi bahwa dirinya telah memberikan izin untuk menandatangani kesepakatan awal dengan Amerika Serikat. Namun, Khamenei menuduh Presiden AS Donald Trump menggunakan berbagai bentuk tekanan untuk mendapatkan kesepakatan tersebut.

Meski begitu, kedua negara tetap melanjutkan negosiasi yang dijadwalkan berlangsung selama 60 hari ke depan. Setelah itu, kedua pihak akan berupaya mencapai perjanjian permanen guna mengakhiri konflik secara menyeluruh.