JAKARTA, Cobisnis.com - Menurut ahli kardiologi intervensi Dr. Ravinder Singh Rao mengungkapkan berjalan kaki menurunkan risiko serangan jantung, asalkan konsisten dilakukan dan menjadi rutinitas.
"Berjalanlah setidaknya 45 menit, minimal tiga hari seminggu," beber Dr. Rao.
Meskipun tidak ada satu kebiasaan pun yang dapat menghilangkan risiko serangan jantung, ia menjelaskan bahwa berjalan kaki menawarkan berbagai manfaat yang bekerja bersama untuk menjaga kesehatan jantung.
"Berjalan kaki adalah salah satu bentuk olahraga yang paling sederhana dan efektif, dan para ahli kesehatan secara konsisten merekomendasikannya untuk menjaga kesehatan kardiovaskular," katanya.
Lebih lanjut, Dr. Diwakar Kumar, Konsultan, Unit Kardiologi-II, Kardiologi Intervensional mengungkapkan, bahwa jalan kaki juga dapat memperkuat otot jantung dan meningkatkan sirkulasi darah ke seluruh tubuh.
"Berjalan kaki secara teratur membantu menurunkan tekanan darah, memperbaiki kadar kolesterol dengan meningkatkan kolesterol HDL yang baik dan mengurangi kolesterol LDL yang berbahaya, serta meningkatkan sensitivitas insulin. Ini juga menurunkan risiko diabetes, yang merupakan faktor utama penyebab penyakit jantung," jelas Dr. Kumar.
Dr. Kumar mengatakan ada bukti kuat bahwa aktivitas fisik secara signifikan mengurangi risiko penyakit kardiovaskular.
"Pedoman kesehatan global merekomendasikan setidaknya 150 menit olahraga intensitas sedang setiap minggu, seperti jalan cepat, untuk meningkatkan kesehatan jantung," katanya.
Berjalan kaki selama 45 menit selama tiga hari seminggu jika ditotalkan akan berjumlah 135 menit, sehingga kamu bisa hampir mencapai target tersebut.
"Meskipun ini sedikit kurang dari durasi mingguan yang direkomendasikan, namun tetap memberikan manfaat untuk kesehatan di masa depan. Meningkatkan jalan kaki menjadi empat atau lima hari seminggu, atau tetap aktif pada hari-hari lainnya, dapat memberikan perlindungan yang lebih besar lagi," jelas Dr. Kumar.
Namun, ia memperingatkan agar tidak menganggap berjalan kaki sebagai salah satu cara untuk mencegah serangan jantung.
"Berjalan kaki saja tidak dapat mencegah serangan jantung jika faktor risiko utama lainnya seperti merokok, diabetes yang tidak terkontrol, tekanan darah tinggi, obesitas, atau pola makan yang tidak sehat tidak diatasi," tegasnya.
Namun, ia memperingatkan agar tidak menganggap berjalan kaki sebagai solusi tunggal. “Berjalan kaki saja tidak dapat mencegah serangan jantung jika faktor risiko utama lainnya seperti merokok, diabetes yang tidak terkontrol, tekanan darah tinggi, obesitas, atau pola makan yang tidak sehat tidak diatasi,” tegasnya.