JAKARTA, Cobisnis.com – Menyiram tanaman adalah tugas penting. Jika terlalu sedikit disiram, tanaman cenderung layu dan bahkan bisa mati. Jika terlalu banyak disiram, hal ini dapat membahayakan akar dan kesehatan tanaman. Jadi serba salah, bukan? Solusinya adalah dengan penyiraman dalam. Apa maksutnya?
Dilansir southern living, Rabu (29/07/2026), penyiraman dalam adalah teknik menyiram tanaman luar ruangan secara perlahan dalam jangka waktu yang lebih lama agar air dapat meresap lebih dalam ke dalam tanah dan membantu akar tumbuh dengan baik.
Para ahli berkebun menjelaskan tentang apa itu penyiraman dalam, mengapa perlu mengetahui jenis tanah yang kamu miliki, dan mengapa hal itu bermanfaat bagi tanaman.
1. Apa itu penyiraman dalam?
Menuru Ashlie Thomas (The Mocha Gardener) dan penulis buku How to Become a Gardener: Find Empowerment in Creating Your Own Food Security, mengatakan penyiraman dalam adalah praktik menyiram secara perlahan dan menyeluruh agar kelembapan dapat meresap ke dalam tanah dan mencapai zona akar tanaman.
"Ketika air meresap lebih dalam ke dalam tanah, akar akan terdorong untuk tumbuh ke bawah daripada tetap berada di dekat permukaan, di mana tanah dapat cepat kering."
"Menyiram secara sering dapat menjaga lapisan tanah atas tetap basah, tetapi bukan berarti air meresap jauh ke dalam akar. Ketika tanaman disiram secara dalam, hal itu menciptakan tanaman yang lebih kuat dan lebih tahan terhadap kondisi yang lebih kering atau lebih panas," jelas Thomas.
2. Kenali jenis tanah yang dipakai
Jenis tanah di kebun kamu akan memengaruhi seberapa mudah air meresap ke dalam tanah. Kondisi tanah memengaruhi seberapa efisien air tersebut mencapai akar dan berapa lama air tersebut tetap tersedia.
"Tanah dengan kandungan bahan organik yang baik cenderung menahan kelembapan lebih efektif sambil tetap memungkinkan udara dan air untuk bergerak melewatinya."
Sebagai contoh, tanah liat dan tanah berpasir akan menyerap air dengan cara yang sangat berbeda.
"Tanah liat menyerap air secara perlahan dan mudah tergenang air, sedangkan tanah berpasir mengalirkan air dengan cepat dan mungkin membutuhkan penyiraman yang lebih lama atau lebih sering," tambah Thomas.
3. Periksa kelembapan tanah
Lebih lanjut, Thomas menyarankan untuk selalu periksa kelembapan tanah sebelum menyiram secara mendalam agar kamu mengetahui apakan tanah membutuhkan air atau tidak.
"Terkadang bagian atas terlihat kering tetapi ada kelembapan beberapa inci di bawahnya. Di lain waktu, bagian atas mungkin terlihat baik-baik saja, tetapi zona perakaran sebenarnya kering," terang Thomas.
Sementara, menurut Annie Morton, pakar berkebun mengatakan kalau cara terbaik untuk memeriksanya adalah dengan jari, dan juga dapat menggunakan alat pengukur kelembapan tanah.
"Masukkan jari kamu 2–3 inci ke dalam tanah di dekat akar. Jika tanah terasa dingin dan lembap di bawah permukaan, mungkin belum perlu menyiramnya. Jika terasa kering beberapa inci di bawah permukaan, itu biasanya pertanda bahwa tanaman akan mendapat manfaat dari penyiraman yang lebih dalam," kata Morton.
Penyiraman dalam biasanya dilakukan setelah tanaman, atau pohon tumbuh dengan baik. Tanaman baru biasanya membutuhkan penyiraman lebih sering dan lebih sedikit air sekaligus karena akarnya belum tertanam kuat di tanah.
Menurut Ondrea Kidd, desainer bunga dan pemilik Sowing Joy Farm menjelaskan, akar mungkin tidak menembus terlalu dalam dan karenanya tidak dapat mengakses kelembapan lebih jauh di dalam tanah.
"Terlalu banyak air, tidak hanya dapat mengganggu tanah, tetapi juga dapat menghanyutkan bibit atau menciptakan kondisi yang terlalu basah di sekitar akar yang sedang berkembang," kata Kidd.
Jadi, kapan harus melakukan penyiraman yang benar?
Menyiram tanaman secara mendalam bermanfaat saat suhu lebih panas maupun selama musim tanam ketika tanaman membutuhkan lebih banyak air.
"Penyiraman mendalam lebih bermanfaat selama periode panjang tanpa hujan, periode panas tinggi, atau ketika tanaman aktif tumbuh, berbunga, atau menghasilkan buah," kata Thomas.
Menurut Kidd, penting untuk membiarkan tanah mengering di antara penyiraman saat menggunakan metode ini, daripada terus-menerus memiliki tanah yang basah atau lembap. Ini membantu melindungi dari jamur dan pembusukan serta mendorong tanaman menjadi tahan kekeringan.
"Manfaat tambahan dari penyiraman dalam di musim panas adalah kelembapan tersimpan di akar dan tanaman dapat mengaksesnya selama periode stres," jelas Kidd.