Jerman Tuduh Rusia di Balik Serangan Drone Bandara Leipzig, Langkah Baru Disiapkan

Oleh Zahra Zahwa pada 02 Sep 2026, 12:35 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com – Jerman menuduh Rusia bertanggung jawab atas serangan drone yang menargetkan Bandara Leipzig bulan lalu. Pemerintah Jerman kemudian menyiapkan sejumlah langkah baru untuk merespons Moskow. Berlin juga meningkatkan penilaian terhadap tingkat ancaman keamanan nasional.

Menteri Dalam Negeri Jerman Alexander Dobrindt menyebut negaranya menghadapi serangan hibrida setiap hari. Namun, ia menegaskan Jerman tidak sedang berperang.

Pada Selasa, Dobrindt menaikkan level ancaman dari kategori “umum” menjadi “tinggi”. Keputusan tersebut mencerminkan meningkatnya kekhawatiran Berlin terhadap ancaman keamanan.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Jerman Johann Wadephul mengambil langkah terhadap sejumlah fasilitas Rusia. Ia memerintahkan penutupan konsulat Rusia di Bonn.

Selain itu, Berlin juga menutup Russian House, pusat kebudayaan Rusia di Berlin. Jerman turut memperketat pemeriksaan terhadap warga Rusia yang memasuki negara tersebut.

Langkah tersebut muncul setelah Berlin mengaitkan serangan drone dengan Rusia. Pemerintah Jerman melihat aktivitas semacam itu sebagai bagian dari ancaman hibrida.

Di sisi lain, Uni Eropa juga menyiapkan respons terhadap Moskow. Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen mengatakan para menteri luar negeri akan mengumumkan langkah baru.

Menurut von der Leyen, respons tersebut mencakup tambahan sanksi terhadap Rusia. Para menteri luar negeri Uni Eropa dijadwalkan membahas langkah tersebut pada pekan ini.

Karena itu, hubungan Jerman dan Rusia kembali menghadapi tekanan. Berlin kini memperkuat langkah keamanan sekaligus meningkatkan tekanan diplomatik terhadap Moskow.

Namun, perkembangan selanjutnya akan bergantung pada hasil penyelidikan dan koordinasi negara-negara Eropa. Pemerintah Jerman juga perlu menghadapi risiko serangan hibrida lainnya.