JF-17 Thunder di Langit Bangladesh, Ancaman Nyata atau Sekadar Sinyal Politik ke India

Oleh M.Dhayfan Al-ghiffari pada 24 May 2026, 18:34 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com - Potensi pembelian jet tempur JF-17 Thunder Block III oleh Bangladesh mulai memicu perhatian dari India. Sejumlah pengamat menilai langkah tersebut bisa berdampak pada situasi keamanan dan keseimbangan kekuatan di kawasan Asia Selatan.

Pakistan disebut telah menyerahkan simulator operasional JF-17 kepada Bangladesh untuk pelatihan pilot dan sistem tempur pesawat. Penyerahan simulator seperti ini biasanya dilakukan ketika proses pembelian sudah memasuki tahap yang serius.

Langkah itu terjadi setelah pertemuan antara kepala angkatan udara Pakistan dan Bangladesh di Islamabad pada Januari lalu. Dalam pertemuan tersebut, pembahasan soal kemungkinan pengadaan JF-17 disebut menjadi salah satu topik utama.

JF-17 Thunder sendiri merupakan jet tempur hasil kerja sama Pakistan Aeronautical Complex dan Chengdu Aircraft Corporation dari China. Pesawat ini juga sudah digunakan oleh beberapa negara lain seperti Azerbaijan, Myanmar, dan Nigeria.

Analis menilai JF-17 Block III menawarkan kemampuan tempur modern dengan biaya yang lebih terjangkau. Pesawat ini disebut memiliki kemampuan multi-peran, sistem avionik terbaru, serta dukungan rudal jarak jauh yang dapat memperkuat pertahanan Bangladesh.

India disebut paling memperhatikan situasi di Koridor Siliguri atau Chicken’s Neck, jalur strategis yang menghubungkan India dengan wilayah timur lautnya dan berada dekat perbatasan Bangladesh. Kawasan tersebut selama ini dianggap sebagai titik sensitif dalam strategi pertahanan India.

Sejumlah pengamat menilai kehadiran JF-17 di Bangladesh belum akan mengubah keseimbangan militer secara besar-besaran. Namun, langkah itu dinilai dapat meningkatkan ketegangan dan mendorong penyesuaian strategi pertahanan di kawasan Asia Selatan.