JAKARTA, Cobisnis.com – Jurusan teknik dan teknologi menjadi bidang studi paling diminati calon mahasiswa internasional yang mempertimbangkan kawasan ASEAN sebagai tujuan pendidikan tinggi pada 2026. Bidang tersebut mengungguli bisnis dan manajemen yang selama ini menjadi salah satu pilihan populer mahasiswa.
Temuan tersebut tercantum dalam laporan Student Mobility and Motivation: ASEAN 2026 yang dirilis QS pada 2 November 2026. Laporan tersebut mengolah data survei calon mahasiswa internasional melalui QS International Student Survey dan QS Global Student Flows.
Dalam laporan tersebut, sebanyak 24 persen calon mahasiswa yang mempertimbangkan ASEAN sebagai destinasi studi memilih bidang engineering and technology. Angka tersebut meningkat dibandingkan periode 2022–2025 yang mencapai 16 persen.
Business and management berada di posisi berikutnya dengan 13 persen. Sementara itu, agriculture, food and related studies serta computing masing-masing mencatat minat sebesar 9 persen.
Bidang biological and sport sciences serta medicine and dentistry masing-masing memperoleh 5 persen.
Teknik dan Teknologi Jadi Pilihan Utama
Peningkatan minat terhadap teknik dan teknologi menunjukkan perubahan kecenderungan calon mahasiswa internasional dalam menentukan bidang pendidikan.
QS mencatat engineering and technology menjadi bidang studi teratas bagi calon mahasiswa yang mempertimbangkan ASEAN pada 2026. Minat terhadap bidang tersebut meningkat cukup signifikan dibandingkan beberapa tahun sebelumnya.
Selain teknik dan teknologi, bidang pertanian, pangan, dan studi terkait juga mengalami peningkatan. Minat terhadap bidang tersebut naik dari 4 persen pada 2022 menjadi 9 persen pada 2026.
QS mengaitkan peningkatan tersebut dengan perhatian terhadap ketahanan pangan, keberlanjutan, dan inovasi pertanian di kawasan.
Minat Bisnis dan Kedokteran Menurun
Di sisi lain, business and management mengalami penurunan minat. Bidang tersebut sempat mencapai 21 persen pada 2024, tetapi turun menjadi 13 persen pada 2026.
Medicine and dentistry juga mengalami penurunan. Minat terhadap bidang tersebut tercatat sebesar 11 persen pada 2022 dan menjadi 5 persen pada 2026.
Perubahan ini memperlihatkan bahwa calon mahasiswa internasional semakin mempertimbangkan bidang studi yang berkaitan dengan kebutuhan teknologi dan perkembangan industri.
Meski demikian, laporan tersebut menggambarkan preferensi calon mahasiswa yang mempertimbangkan ASEAN sebagai tujuan studi, bukan jumlah mahasiswa yang telah mendaftar atau diterima di perguruan tinggi.