KAI Prediksi Puncak Mudik Lebaran 2026 Terjadi 18 Maret, Jalur Utara Jawa Disiapkan Maksimal

Oleh Hidayat Taufik pada 10 Feb 2026, 21:34 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com - PT Kereta Api Indonesia (Persero) melakukan inspeksi jalur melalui Kereta Api Inspeksi (KAIS) di lintas utara Pulau Jawa sebagai bagian dari persiapan Angkutan Lebaran 2026.

Kegiatan ini merupakan hari pertama dari rangkaian inspeksi tiga hari yang melibatkan Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA), Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), serta Balai Teknik Perkeretaapian (BTP).

Inspeksi ini menjadi dasar penguatan kesiapan operasional KAI dalam menghadapi masa Angkutan Lebaran yang berlangsung pada 11 Maret hingga 1 April 2026, dengan Posko Angkutan aktif pada 14–29 Maret 2026.

KAI memproyeksikan puncak arus mudik terjadi pada 18 Maret 2026, bertepatan dengan cuti bersama Hari Raya Nyepi. Sementara itu, puncak arus balik diperkirakan berlangsung pada 24 Maret 2026, seiring berakhirnya cuti bersama Idulfitri.

Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menyampaikan bahwa inspeksi KAIS merupakan langkah mitigasi risiko untuk memastikan kesiapan sarana, prasarana, sumber daya manusia, serta sistem pengamanan dalam menghadapi lonjakan mobilitas masyarakat.

Menurutnya, Angkutan Lebaran memiliki tingkat kompleksitas operasional yang tinggi, sehingga kesiapan harus dilakukan secara menyeluruh berbasis kondisi lapangan, bukan hanya perencanaan administratif.

Inspeksi hari pertama dilakukan di lintas Gambir – Cikampek – Cirebon – Tegal – Semarang Tawang, mencakup pengecekan infrastruktur, kesiapan operasional, serta pembinaan jajaran Daop 1 Jakarta, Daop 3 Cirebon, dan Daop 4 Semarang.

Secara keseluruhan, jalur KAIS lintas utara meliputi koridor strategis Gambir – Cirebon – Semarang – Surabaya Pasar Turi – Jember – Ketapang, yang menjadi jalur utama mobilitas perjalanan jarak jauh saat musim mudik.

Selain aspek teknis, KAI juga memperkuat sistem keselamatan dengan menetapkan 179 titik Daerah Pemantauan Khusus (DAPSUS) dan memetakan 217 lokasi rawan gangguan keamanan di seluruh jaringan operasional. Pengamanan melibatkan sekitar 8.900 personel internal dan ±1.000 personel eksternal dari TNI/Polri, didukung teknologi CCTV analitik, patroli jalur, serta penggunaan drone di titik rawan.

Hingga 10 Februari 2026 pukul 07.00 WIB, tercatat sebanyak 848.188 tiket kereta api Lebaran 2026 telah terjual untuk periode keberangkatan 11–27 Maret 2026, menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat terhadap layanan transportasi kereta api.