JAKARTA, Cobisnis.com – Era baru Formula One resmi dimulai dengan hadirnya Cadillac F1 Team, tim anyar yang didukung General Motors dan siap menantang peta kekuatan lama di ajang balap mobil paling bergengsi di dunia.
Setelah satu dekade sejak Haas terakhir kali masuk ke grid, Cadillac menjadi tim Amerika kedua dan tim ke-11 yang berkompetisi di Formula One. Kehadirannya bertepatan dengan perubahan regulasi terbesar F1 dalam beberapa dekade terakhir, yang membuka peluang terjadinya pergeseran besar dalam persaingan.
Meski berstatus tim pendatang baru, Cadillac tidak datang tanpa pengalaman. Mereka diperkuat dua pembalap senior: Sergio Pérez dan Valtteri Bottas, yang membawa ratusan balapan Grand Prix dan puluhan podium ke dalam proyek ambisius ini.
“Kami tidak datang untuk finis terakhir, itu pasti,” ujar Botta jelang sesi uji coba perdana tim di Sirkuit Silverstone.
Bottas mengakui awal perjalanan tidak akan mudah, namun menegaskan fokus utama tim adalah perkembangan jangka panjang. “Kami memulai dari nol, tapi tujuan akhirnya itulah yang memotivasi,” katanya.
Bagi Pérez, bergabung dengan Cadillac menjadi babak baru setelah kehilangan kursi Red Bull pada akhir musim 2024. Ia menyebut enam bulan terakhirnya di Red Bull sebagai periode paling sulit dalam kariernya.
“Saya sempat berpikir saya adalah masalahnya,” kata Pérez. “Tapi setelah keluar, saya sadar itu keputusan terbaik. Saya mendapat perspektif baru dan tahu saya belum selesai di Formula One.”
Sementara itu, Bottas menghabiskan musim 2025 sebagai pembalap cadangan Mercedes setelah kontraknya tidak diperpanjang oleh Sauber. Jeda tersebut justru menguatkan tekadnya untuk kembali membalap.
“Saya sadar betapa saya merindukan balapan,” ujar Bottas. “Sekarang saya lebih menghargai olahraga ini dan orang-orang di balik layar.”
Dengan total 527 start Grand Prix, 106 podium, 16 kemenangan, dan 23 pole position, duet Pérez–Bottas memberikan Cadillac modal kepemimpinan dan pengalaman yang sangat berharga.
Cadillac juga membawa sentuhan khas Amerika ke dalam Formula One. Bottas menyebut proyek ini sebagai kesempatan langka untuk menciptakan sesuatu yang benar-benar baru.
“Kami sedang membuat sejarah. Dukungan dari Amerika Serikat akan luar biasa,” katanya.
Pérez pun melihat perannya lebih luas dari sekadar comeback pribadi. “Saya mewakili Meksiko, tapi membalap untuk tim Amerika adalah kehormatan untuk mewakili seluruh benua,” ujarnya.
Cadillac akan memperkenalkan livery resmi pertamanya melalui iklan televisi saat Super Bowl LX pada 8 Februari, sebelum menjalani tes pramusim di Bahrain.
Soal target, Pérez realistis. Ia menilai podium di musim debut masih terlalu ambisius. “Yang terpenting adalah progres cepat,” katanya.
Bottas lebih optimistis namun tetap membumi. “Saya bermimpi meraih poin di musim pertama. Gelas saya selalu setengah penuh,” ujarnya sambil tersenyum.
Musim ini diperkirakan akan sangat tidak terduga akibat regulasi baru yang membuat mobil lebih ringan, lebih kecil, dan lebih ramah lingkungan. Kedua pembalap percaya perubahan besar ini justru bisa menguntungkan Cadillac.
“Kita semua memulai dari nol,” kata Pérez. “Cadillac bisa menjadi tim yang berkembang paling cepat sepanjang musim.”
Musim Formula One 2026 akan dimulai di Melbourne pada 4 Maret, dan semua mata kini tertuju pada bagaimana Cadillac menorehkan jejak pertamanya di panggung balap dunia.