JAKARTA, Cobisnis.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Selatan (Sumsel) meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang mulai memunculkan kabut asap di sejumlah wilayah.
BPBD Sumsel bahkan membuka kemungkinan merekomendasikan penghentian sementara kegiatan belajar mengajar apabila kondisi asap semakin pekat dan mulai mengancam kesehatan masyarakat.
Kepala Pelaksana BPBD Sumsel M Iqbal Alisyabana mengatakan langkah tersebut akan ditempuh dengan melihat perkembangan kondisi karhutla serta kualitas udara di lapangan.
Menurut Iqbal, tingkat kepekatan asap menjadi salah satu pertimbangan utama sebelum rekomendasi terkait aktivitas sekolah dikeluarkan. Dampak asap terhadap kesehatan dan kegiatan masyarakat juga akan menjadi bahan evaluasi.
Saat ini, BPBD Sumsel masih melakukan pemantauan terhadap perkembangan karhutla dan kualitas udara secara berkala. Hasil pemantauan tersebut nantinya menjadi acuan dalam menentukan langkah penanganan bersama instansi terkait.
Iqbal mengatakan keberadaan asap karhutla mulai dirasakan masyarakat di Palembang dalam beberapa hari terakhir. Meski demikian, kabut asap belum muncul secara terus-menerus sepanjang hari.
"Asap karhutla sudah terasa di Palembang dalam empat hari terakhir, tetapi kondisinya tidak berlangsung sepanjang hari," ujar Iqbal.
Sebagai langkah antisipasi terhadap risiko gangguan pernapasan, BPBD Sumsel juga telah menyalurkan masker kepada masyarakat. Bantuan tersebut diharapkan dapat mengurangi risiko paparan asap akibat karhutla.
BPBD Sumsel berharap kebakaran hutan dan lahan dapat segera dikendalikan sehingga kabut asap tidak semakin meluas. Pasalnya, kondisi tersebut tidak hanya berisiko terhadap kesehatan, tetapi juga dapat menghambat aktivitas ekonomi masyarakat.
Dampak kabut asap bahkan berpotensi meluas ke aspek lain, termasuk hubungan Indonesia dengan negara-negara di kawasan sekitar.