JAKARTA, Cobisnis.com – Identitas pengemudi dan dua penumpang mobil Toyota Alphard yang viral usai terlibat insiden dengan seorang satpam di kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat, akhirnya terungkap. Ketiganya dipastikan merupakan anggota kepolisian yang bertugas di Polda Jawa Barat.
Kapolsek Metro Menteng AKBP Braiel Arnold Rondonuwu membenarkan bahwa tiga orang yang berada di dalam mobil tersebut merupakan personel aktif Polda Jawa Barat. Kepastian itu disampaikan setelah proses mediasi antara kedua belah pihak dilakukan di Polsek Metro Menteng.
Braiel menjelaskan, dugaan pelanggaran lalu lintas yang dilakukan pengemudi, termasuk terkait penggunaan pelat nomor kendaraan, kini ditangani oleh Subdirektorat Penegakan Hukum (Gakkum) Ditlantas Polda Metro Jaya.
Sementara itu, dugaan tindakan arogan yang dilakukan ketiga oknum polisi tersebut akan diproses oleh Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Jawa Barat melalui Paminal.
Kapolsek juga memastikan mobil Toyota Alphard yang digunakan saat kejadian merupakan kendaraan pribadi, bukan kendaraan dinas kepolisian. Adapun mengenai proses penindakan lalu lintas, pihaknya meminta agar informasi lebih lanjut dikonfirmasi kepada Ditlantas Polda Metro Jaya.
Di sisi lain, satpam Victor Harefa berharap proses hukum terhadap para pelaku berjalan secara adil. Ia menginginkan perlakuan yang diterima para terduga pelaku sebanding dengan apa yang dialaminya saat insiden berlangsung.
Victor juga meluruskan isu yang menyebut dirinya dipaksa bersujud kepada pengemudi Alphard. Menurutnya, tindakan tersebut dilakukan atas kemauan sendiri karena merasa sangat ketakutan dan berada dalam tekanan emosional saat kejadian.