JAKARTA, Cobisnis.com – Seorang wanita Inggris memenangkan hak sterilisasi setelah melawan keputusan layanan kesehatan nasional selama 10 tahun. Leah Spasova mengajukan permintaan sterilisasi melalui NHS namun berulang kali ditolak.
Pihak layanan kesehatan beralasan ia mungkin akan menyesali keputusan tersebut. Namun, pada saat yang sama, prosedur vasektomi untuk pria tetap didanai.
Karena itu, Spasova menilai kebijakan tersebut tidak adil. Ia kemudian membawa kasus ini ke Parliamentary and Health Service Ombudsman.
Lembaga tersebut menemukan adanya ketimpangan dalam kebijakan sterilisasi. Mereka menyatakan perempuan tidak mendapat akses yang sama seperti pria.
Selain itu, alasan penolakan dinilai subjektif dan tidak konsisten. Spasova juga mengungkap bahwa ia sering dipindahkan antar layanan tanpa solusi jelas.
Akhirnya, permintaannya ditolak oleh otoritas kesehatan setempat. Namun, hasil investigasi menyatakan kebijakan tersebut tidak mengikuti prinsip medis yang umum.