Kebiasaan Finansial Orang Kaya yang Layak Ditiru, Nomor 5 Sering Diabaikan

Oleh M.Dhayfan Al-ghiffari pada 14 Jul 2026, 12:40 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com - Menjadi kaya tidak selalu ditentukan oleh besarnya penghasilan. Banyak pakar keuangan menilai kebiasaan mengelola uang justru menjadi faktor utama dalam membangun kekayaan jangka panjang.

Perbedaan paling mencolok terlihat dari cara mengelola pendapatan. Keluarga kelas pekerja umumnya menghabiskan gaji untuk kebutuhan bulanan, sedangkan kalangan kaya lebih dulu menyisihkan uang untuk tabungan atau investasi melalui kebiasaan membayar diri sendiri terlebih dahulu.

Banyak investor juga mengatur transfer otomatis setiap hari gajian agar aktivitas menabung berjalan konsisten. Cara ini membuat investasi menjadi rutinitas, bukan sekadar menggunakan sisa uang di akhir bulan.

Kalangan kaya lebih memilih membeli aset yang menghasilkan, seperti saham, properti sewaan, atau kepemilikan bisnis. Mereka juga menghindari utang konsumtif dan memanfaatkan utang produktif untuk mengembangkan aset yang berpotensi memberi keuntungan.

Pajak dipandang sebagai bagian dari strategi keuangan. Mereka memanfaatkan aturan perpajakan yang berlaku secara legal agar pengelolaan aset lebih efisien, sekaligus menghargai waktu dengan menggunakan jasa profesional untuk pekerjaan yang bernilai lebih tinggi.

Kenaikan pendapatan tidak selalu diikuti kenaikan gaya hidup. Sebagian besar tambahan penghasilan justru dialihkan ke investasi sehingga selisih antara pemasukan dan pengeluaran terus bertambah dari waktu ke waktu.

Mereka juga tidak ragu menggunakan jasa penasihat keuangan, akuntan, maupun pengacara untuk menyusun strategi investasi. Meski kondisi keuangan setiap orang berbeda, kebiasaan tersebut dapat diterapkan secara bertahap untuk membangun kondisi finansial yang lebih sehat.