Kelahiran di Singapura Terus Turun Pemerintah Siapkan Bantuan Hampir Rp1 Miliar

Oleh M.Dhayfan Al-ghiffari pada 24 Aug 2026, 18:48 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com - Singapura menyiapkan dukungan finansial hingga hampir Rp975 juta untuk setiap anak yang lahir dari warga negaranya. Kebijakan tersebut disiapkan di tengah angka kelahiran yang terus menurun dalam beberapa tahun terakhir.

Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong menyampaikan kebijakan tersebut dalam pidato tahunannya pada Minggu (23/8/2026). Pemerintah akan memberikan dukungan mulai dari kelahiran hingga anak memasuki usia dewasa.

Setiap bayi akan menerima hadiah kelahiran sebesar S$10.000 atau sekitar Rp139,9 juta. Selain itu, pemerintah memberikan hibah MediSave sebesar S$5.000 atau sekitar Rp69,69 juta.

Anak juga akan memperoleh Rekening Pengembangan Anak dengan hibah awal S$5.000 atau sekitar Rp69 juta. Tersedia pula hibah tambahan sebesar S$1.000 hingga S$5.000 atau sekitar Rp13,9 juta hingga Rp69,69 juta.

"Setiap bayi yang lahir akan menerima hadiah bayi $10.000. Hibah MediSave sebesar $5.000," ujar Wong dalam pidatonya, dikutip situs resmi Perdana Menteri Singapura.

Dukungan finansial tersebut berlanjut ketika anak tumbuh. Setiap anak akan menerima Kredit Anak tahunan sebesar S$2.000 atau sekitar Rp27,87 juta per tahun, mulai usia 1 hingga 16 tahun.

Pemerintah juga menyiapkan tambahan dana Edusave selama anak berada di sekolah dasar dan sekolah menengah. Saat berusia 17 tahun, anak akan mendapatkan tambahan S$10.000 atau sekitar Rp139 juta untuk Rekening Pendidikan Pascasarjana.

"Jadi secara keseluruhan, setiap anak di Singapura akan menerima hampir $70.000 dalam bentuk dukungan keuangan langsung seiring pertumbuhan mereka," kata Wong.

Selain bantuan finansial, pemerintah Singapura meningkatkan dukungan bagi orang tua melalui kebijakan cuti perawatan anak. Jumlah cuti akan menjadi delapan hari untuk satu anak, 10 hari untuk dua anak, dan 12 hari untuk tiga anak atau lebih hingga anak berusia 12 tahun.

Pemerintah juga berencana menurunkan biaya penitipan anak dan perawatan bayi di fasilitas yang didukung pemerintah. Tarif penitipan anak sehari penuh ditargetkan menjadi S$150 per bulan, sedangkan biaya perawatan bayi menjadi S$300 per bulan.

Kebijakan tersebut dibuat setelah angka kelahiran total Singapura turun ke level terendah sepanjang sejarah, yaitu 0,87 pada 2025. Pemerintah menilai keputusan memiliki anak tetap bersifat pribadi, tetapi negara dapat membantu mengurangi beban keluarga.