Kemenperin Gandeng Dua Negara Eropa untuk Perkuat SDM Industri RI

Oleh M.Dhayfan Al-ghiffari pada 21 Jul 2026, 14:27 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com - Kementerian Perindustrian atau Kemenperin menggandeng Pemerintah Swiss dan Jerman untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia industri nasional. Kerja sama ini dilakukan melalui BPSDMI bersama sejumlah lembaga dari kedua negara.

Kolaborasi tersebut melibatkan SECO dan Swisscontact dari Swiss, serta GIZ GmbH dari Jerman. Fokus utamanya mempercepat peningkatan kompetensi SDM industri melalui pendidikan dan pelatihan vokasi agar mampu memenuhi standar global.

Kebutuhan tenaga kerja yang adaptif semakin penting di tengah perubahan industri yang berlangsung cepat. Transformasi digital, kecerdasan buatan, otomatisasi, transisi ekonomi hijau, hingga dinamika rantai pasok global membuat SDM dituntut inovatif dan memiliki budaya belajar.

Kerja sama BPSDMI dengan Swiss dan Jerman telah berjalan sejak 2018 melalui program Skills for Competitiveness atau S4C. Kolaborasi tersebut berlanjut melalui S4C Fase 2 bersama Swisscontact dan program GESIT dari GIZ yang berfokus pada pengembangan pekerjaan hijau serta transformasi berkelanjutan.

BPSDMI bersama Swiss dan Jerman juga menggelar National Dual Vocational Education and Training atau DVET 2026 di Jakarta pada 21 hingga 23 Juli 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan antara pendidikan vokasi dan kebutuhan industri.

Kolaborasi lintas negara tersebut telah memberikan dampak terhadap ekosistem pendidikan vokasi industri. Dampaknya mencakup hibah peralatan praktik modern, peningkatan kapasitas tenaga pendidik dan peserta didik, serta penguatan kelembagaan yang mengacu pada standar manufaktur terkini.

Kerja sama Indonesia dengan Swiss dan Jerman diharapkan dapat memperkuat kesiapan tenaga kerja nasional menghadapi perubahan industri global. Penguatan pendidikan vokasi juga menjadi bagian dari strategi mempersempit kesenjangan antara kompetensi lulusan dan kebutuhan dunia usaha serta industri.