Kenaikan Harga Emas Jadi Peluang Optimalkan Portofolio dan Tambah Likuiditas Bisnis

Oleh M.Dhayfan Al-ghiffari pada 30 Jul 2026, 10:44 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com - Ketidakpastian geopolitik global mendorong harga emas perhiasan dan logam mulia menembus level tertinggi sepanjang sejarah. Kondisi ini menjadikan emas sebagai salah satu kontributor utama inflasi inti nasional pada pertengahan tahun 2026.

Kenaikan harga emas terjadi bersamaan dengan periode evaluasi kinerja keuangan semester pertama bagi pelaku usaha. Banyak pengusaha dan kalangan High Net Worth Individuals kini mencari strategi untuk mengoptimalkan portofolio investasi mereka.

Di tengah kondisi tersebut, kebutuhan akan tambahan modal kerja juga meningkat untuk mendukung aktivitas bisnis pada paruh kedua tahun ini. Pelaku usaha dihadapkan pada pilihan antara mempertahankan aset atau menjualnya demi memperoleh likuiditas.

PT Lesca Gadai Premier menawarkan alternatif melalui program optimalisasi portofolio berbasis aset. Perusahaan pergadaian swasta berizin Otoritas Jasa Keuangan itu memungkinkan nasabah memperoleh dana tanpa harus melepas kepemilikan aset premium.

Aset seperti logam mulia, perhiasan berlian, hingga jam tangan mewah berbahan emas dapat dijadikan jaminan pendanaan. Nilai pembiayaan disesuaikan dengan harga pasar terkini yang sedang mengalami kenaikan.

Direktur Lesca Gadai Premier, Bastian Purnama, mengatakan kenaikan harga emas saat ini menjadi momentum yang tepat bagi kolektor maupun pelaku usaha untuk memanfaatkan nilai aset yang dimiliki. Menurutnya, menjual aset saat nilainya terus meningkat bukan selalu menjadi pilihan terbaik.

Ia menjelaskan skema pendanaan berbasis aset memungkinkan pemilik memperoleh tambahan modal kerja hingga miliaran rupiah. Di sisi lain, aset tetap berada dalam kepemilikan nasabah sehingga potensi kenaikan nilainya masih dapat dipertahankan.

Lesca Gadai Premier juga menawarkan proses layanan yang dirancang cepat dan praktis. Tahap konsultasi hingga kesepakatan awal dapat dilakukan melalui platform digital maupun WhatsApp.

Setelah proses awal selesai, nasabah dapat mengantarkan aset secara langsung atau memanfaatkan layanan penjemputan khusus. Seluruh proses pengiriman dan pemeriksaan dilakukan dengan standar keamanan yang ketat.

Perusahaan menyebut sistem layanannya telah didukung sertifikasi ISO 9001:2015 dan ISO/IEC 27001:2022. Standar tersebut diterapkan untuk menjaga kualitas layanan sekaligus keamanan informasi dan aset milik nasabah.