JAKARTA, Cobisnis.com – Keramas menjadi rutinitas perawatan rambut yang banyak disukai karena membuat rambut terasa lebih segar, harum, lembut, dan tidak lepek. Namun, tidak sedikit orang yang enggan keramas saat waktu terbatas karena rambut membutuhkan waktu lama untuk benar-benar kering.
Lalu, apa sebenarnya yang menyebabkan rambut sulit kering setelah keramas?
Mengutip informasi dari byrdie.com, ada beberapa faktor yang memengaruhi lamanya proses pengeringan rambut, baik secara alami maupun menggunakan alat bantu.
1. Ketebalan Rambut
Rambut yang tebal memiliki volume dan bobot lebih besar. Kondisi ini membuat air lebih banyak tersimpan di antara helai rambut, sehingga proses pengeringannya pun memakan waktu lebih lama.
2. Porositas Rambut yang Rendah
Porositas berkaitan dengan kemampuan rambut menyerap dan melepaskan air. Rambut berporositas tinggi cenderung cepat kering karena air mudah keluar. Sebaliknya, rambut dengan porositas rendah lebih sulit kering karena kutikula rambut rapat dan kuat menahan air di dalamnya.
3. Jenis Rambut Keriting atau Bergelombang
Rambut keriting dan bergelombang umumnya membutuhkan waktu pengeringan lebih lama dibandingkan rambut lurus. Bentuk helai yang berlekuk dan berputar membuat aliran udara tidak mengalir secara merata, sehingga proses penguapan air menjadi lebih lambat.
4. Kondisi Rambut yang Sehat
Rambut yang sehat memiliki kutikula yang tertutup rapat. Hal ini membuat air tertahan lebih lama di dalam batang rambut. Sementara itu, rambut yang rusak biasanya memiliki kutikula terbuka, sehingga air lebih cepat menguap dan rambut terasa lebih cepat kering.
5. Penggunaan Produk dan Kadar Air pada Rambut
Jumlah produk perawatan rambut yang digunakan, seperti conditioner atau hair cream, dapat memengaruhi waktu pengeringan. Selain itu, tingkat kebasahan rambut setelah dikeringkan dengan handuk juga berperan penting. Rambut yang masih sangat basah tentu membutuhkan waktu lebih lama untuk kering. Para ahli menyarankan agar rambut ditepuk secara lembut dengan handuk, bukan digosok keras, karena kondisi rambut basah lebih rentan rusak.
Dengan memahami faktor-faktor tersebut, proses merawat rambut setelah keramas bisa dilakukan dengan lebih tepat dan efisien.