Kenapa Rupiah Melemah? Prabowo Sebut Uang RI Banyak Mengalir ke Luar Negeri

Oleh M.Dhayfan Al-ghiffari pada 23 Jun 2026, 16:34 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com - Presiden Prabowo Subianto menilai salah satu penyebab nilai tukar rupiah kerap melemah adalah banyaknya kekayaan Indonesia yang mengalir ke luar negeri. Menurutnya, kondisi tersebut telah berlangsung selama puluhan tahun dan memengaruhi ketahanan ekonomi nasional.

Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat menutup Munas Alim Ulama dan Konferensi Besar NU. Ia mengutip data yang diolah Dewan Ekonomi Nasional berdasarkan data Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Prabowo menyebut Indonesia mencatat surplus perdagangan selama 17 tahun dari total 22 tahun terakhir. Total keuntungan yang diperoleh mencapai sekitar US$ 436 miliar, namun sebagian besar manfaatnya dinilai tidak sepenuhnya dirasakan di dalam negeri.

Ia mengatakan Indonesia memiliki kekayaan sebesar US$ 683 miliar dalam kurun 42 tahun. Menurutnya, besarnya sumber daya ekonomi tersebut menunjukkan bahwa Indonesia sebenarnya memiliki potensi yang sangat besar.

Prabowo menilai keluarnya kekayaan nasional secara terus-menerus membuat ekonomi menjadi lebih rentan. Ia mengibaratkan kondisi tersebut seperti tubuh yang kehilangan darah setiap hari sehingga daya tahan ekonomi melemah.

Data yang dipaparkan menunjukkan adanya aliran dana keluar sebesar US$ 343 miliar selama 22 tahun terakhir. Selain itu, ia juga menyoroti praktik under invoicing atau pelaporan nilai ekspor yang lebih rendah dari nilai sebenarnya.

Menurut Prabowo, praktik tersebut menyebabkan potensi kerugian besar bagi negara. Ia memperkirakan Indonesia kehilangan hingga US$ 908 miliar selama 34 tahun dan menegaskan bahwa kebocoran ekonomi serta arus dana keluar harus menjadi perhatian serius.