JAKARTA, Cobisnis.com - Kematian striker CD Tenerife, Jesus de Miguel, setelah insiden tabrakan di lapangan membuat kiper FC Andorra, Jesus Owono, mengalami syok berat. Owono juga menghadapi tekanan dari publik setelah sejumlah netizen melontarkan hinaan melalui media sosial.
Insiden tersebut terjadi dalam pertandingan divisi dua Liga Spanyol antara CD Tenerife dan FC Andorra pada Senin (2/11/2026). Owono menabrak De Miguel yang sedang berlari mengejar bola hingga sang striker terjatuh dan pingsan di lapangan.Wasit langsung memberikan kartu merah kepada Owono atas pelanggaran tersebut. De Miguel sempat mendapat penanganan medis di lapangan sebelum dibawa menggunakan ambulans.
Dalam perjalanan menuju rumah sakit, De Miguel dilaporkan mengalami serangan jantung. Paramedis sempat berhasil menyadarkannya, tetapi sang striker akhirnya meninggal dunia.
Kejadian tersebut disebut membuat Owono terpukul. Ia dikabarkan berusaha menghubungi keluarga De Miguel untuk menyampaikan permintaan maaf setelah insiden berlangsung.
Namun, kabar meninggalnya De Miguel membuat situasi semakin berat bagi sang kiper. Owono kini harus menghadapi tekanan emosional sekaligus reaksi keras dari pengguna media sosial.
Sejumlah netizen membanjiri akun media sosial Owono dengan hinaan. Bahkan, beberapa penggemar menyebutnya sebagai "pembunuh" atas insiden yang terjadi di lapangan.
Tekanan tersebut membuat Owono menonaktifkan kolom komentar di akun media sosialnya. Hujatan yang diterimanya menjadi persoalan tambahan di tengah kondisi psikologisnya setelah tragedi tersebut.
Di sisi lain, Owono juga berpotensi menghadapi sanksi dari federasi sepak bola Spanyol. Ia disebut dapat dijerat Pasal 102 dengan ancaman larangan bermain selama 4 hingga 12 pertandingan.
Kematian De Miguel turut memunculkan pertanyaan mengenai kemungkinan konsekuensi hukum pidana atas tindakan yang terjadi selama pertandingan sepak bola. Namun, materi yang tersedia belum menjelaskan adanya proses atau keputusan hukum pidana terhadap Owono.
Tragedi ini menjadi pengingat bahwa insiden di lapangan dapat membawa dampak serius bagi pemain dan pihak-pihak yang terlibat. Di tengah duka atas meninggalnya De Miguel, tekanan publik juga perlu dibedakan dari penilaian hukum terhadap tindakan seseorang.