JAKARTA, Cobisnis.com - Komisi VII DPR RI melalui Panitia Kerja (Panja) Kreativitas dan Distribusi Film Nasional menegaskan komitmennya untuk memperkuat industri perfilman nasional agar mampu berperan sebagai penggerak ekonomi baru bagi Indonesia.
Hal tersebut disampaikan Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Lamhot Sinaga, saat membuka Rapat Dengar Pendapat (RDP) Panja Kreativitas dan Distribusi Film Nasional di Kompleks Parlemen, Senayan, Senin (2/2/2026). Menurutnya, pengembangan industri film harus dilakukan secara objektif dan terukur agar memberi dampak ekonomi nyata bagi bangsa dan negara.
Lamhot menilai, di berbagai negara, industri film terbukti memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian nasional, mulai dari sektor produksi hingga distribusi. Ketika film laris ditonton, rantai ekonomi seperti rumah produksi, bioskop, hingga pelaku industri kreatif lainnya turut bergerak.
RDP tersebut turut menghadirkan sutradara ternama Angga Dwimas Sasongko sebagai perwakilan Asosiasi Perusahaan Film Indonesia (APFI). Dalam forum itu, Komisi VII juga menyoroti persoalan ketimpangan distribusi film nasional, khususnya terkait keterbatasan jumlah layar bioskop di sejumlah daerah.
Dari total 517 kabupaten/kota di 38 provinsi, masih banyak wilayah yang belum memiliki akses terhadap layar lebar. Kondisi ini dinilai menjadi tantangan serius yang memerlukan solusi bersama dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan perfilman nasional.
Sebagai langkah alternatif, DPR RI mendorong optimalisasi fasilitas publik di daerah, seperti aula milik pemerintah daerah, agar dapat dimanfaatkan sebagai ruang pemutaran film nasional, khususnya di wilayah yang belum memiliki bioskop.
Selain itu, Komisi VII juga menekankan pentingnya pemerataan akses perfilman nasional. Saat ini, sekitar 70 persen layar bioskop masih terkonsentrasi di Pulau Jawa. DPR RI berharap masyarakat di wilayah Indonesia bagian timur juga memperoleh hak dan kesempatan yang sama untuk menikmati film nasional.
Upaya tersebut diharapkan tidak hanya memperluas akses hiburan bagi masyarakat, tetapi juga memperkuat ekosistem perfilman nasional sebagai sektor strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif Indonesia.