Jamkrindo

Korban Tewas Kebakaran Blok Apartemen Hong Kong Jadi 128 Orang

Oleh Zahra Zahwa pada 29 Nov 2025, 06:39 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com – Jumlah korban tewas dalam kebakaran kompleks apartemen di Hong Kong meningkat drastis pada Jumat, setelah petugas pemadam akhirnya berhasil mengendalikan api 42 jam setelah kobaran pertama muncul.

Sedikitnya 128 orang tewas dan 79 lainnya terluka dalam kebakaran besar yang dengan cepat menyebar ke beberapa gedung di kompleks perumahan umum di kawasan Tai Po, kata Sekretaris Keamanan Hong Kong, Chris Tang, dalam konferensi pers Jumat.

Tang memperingatkan bahwa jumlah korban tewas dapat terus bertambah karena sekitar 200 orang masih berstatus tidak diketahui. Angka tersebut termasuk sejumlah jenazah yang belum teridentifikasi, tambahnya.

Penyebab kebakaran tersebut belum ditentukan. Investigasi polisi tentang alasan api begitu cepat menyebar dari satu gedung ke gedung lain mengubah kebakaran pada satu menara menjadi serangkaian kebakaran besar multi-lantai secara bersamaan diperkirakan memakan waktu tiga hingga empat minggu, ujarnya.

Pihak berwenang percaya kebakaran awal dimulai di lantai bawah Wang Cheong House, Blok 6 dari delapan menara yang membentuk Wang Fuk Court, sebuah kompleks yang padat dan dihuni lebih dari 4.000 orang, banyak di antaranya adalah lanjut usia.

Wang Fuk Court sedang dalam renovasi saat kebakaran terjadi. Seluruh delapan menara dibungkus perancah bambu dan jaring pelindung berwarna hijau. Polisi sebelumnya menemukan nama perusahaan konstruksi pada papan polistirena mudah terbakar yang ditemukan pemadam kebakaran menutupi beberapa jendela apartemen.

“Itu memicu jaring pelindung dan dengan cepat menyebar ke papan polistirena di sekitar jendela, menyebabkan kebakaran di lantai dan gedung lain,” kata Tang.

“Setelah polistirena terbakar, suhu tinggi menyebabkan jendela pecah dan api menyebar ke dalam ruangan.”

Saat jaring pelindung dan perancah bambu ikut terbakar dan runtuh, api kemudian menyebar ke lantai-lantai lainnya, lanjutnya. Petugas pemadam dan warga menghadapi kondisi ekstrem di dalam gedung, dengan suhu mencapai lebih dari 500 derajat Celsius (930 derajat Fahrenheit), tambahnya.

Tang mengatakan jaring pelindung tersebut sebenarnya telah memenuhi standar keselamatan.

Upaya pemadaman juga semakin rumit karena beberapa unit di dalam gedung kembali terbakar meskipun sebelumnya telah dipadamkan.