JAKARTA, Cobisnis.com - Perang Amerika Serikat dengan Iran menghadapkan Presiden Donald Trump pada pilihan yang semakin sulit di tengah laporan menipisnya persediaan amunisi strategis. Reuters melaporkan AS telah menggunakan hampir seluruh persediaan rudal presisi jarak jauh tertentu selama konflik, sementara Pentagon mendorong peningkatan produksi senjata untuk mengatasi tekanan terhadap stok militer.
Kondisi tersebut menjadi salah satu faktor yang mempersempit ruang gerak Washington dalam menentukan langkah berikutnya. Meski demikian, Trump membantah laporan mengenai kekurangan amunisi dan menyatakan Amerika Serikat masih memiliki persediaan senjata dalam jumlah besar.
Di sisi lain, Iran disebut mengajukan sejumlah tuntutan sebagai bagian dari upaya mengakhiri konflik. Tuntutan tersebut mencakup penghentian perang, pencabutan sanksi Amerika Serikat, serta persoalan kehadiran militer AS yang menjadi salah satu isu utama dalam pembicaraan kedua pihak.
Situasi semakin kompleks karena konflik juga berdampak pada jalur pelayaran strategis di Selat Hormuz. Iran menyatakan pembukaan kembali jalur tersebut berkaitan dengan pemenuhan sejumlah tuntutan, sementara pembicaraan dengan Oman mengenai pengaturan lalu lintas kapal terus berlangsung.
Trump sebelumnya menyatakan perang dengan Iran dapat berakhir dalam waktu yang tidak terlalu lama. Namun, laporan mengenai kondisi persenjataan AS menunjukkan bahwa keputusan untuk melanjutkan operasi militer dalam skala besar juga memiliki konsekuensi terhadap kemampuan pertahanan Washington.
Tekanan terhadap persediaan amunisi bahkan memicu perhatian di dalam pemerintahan AS. Washington Post melaporkan Trump mempertanyakan kondisi stok senjata kepada Menteri Pertahanan Pete Hegseth dalam pertemuan di Camp David, meski Gedung Putih dan Pentagon membantah adanya perselisihan tersebut.
Dalam perkembangan terbaru, Trump mengatakan Amerika Serikat mengambil pendekatan yang relatif terkendali terhadap Iran dan lebih menekankan tekanan ekonomi. Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa opsi untuk terus meningkatkan serangan militer bukan satu-satunya strategi yang sedang dipertimbangkan Washington.
Dengan tekanan dari keterbatasan persenjataan, tuntutan Iran, serta kepentingan menjaga stabilitas kawasan, ruang pilihan Trump untuk mengakhiri perang menjadi semakin rumit. Jalan keluar melalui negosiasi, tekanan ekonomi, atau kelanjutan operasi militer masing-masing membawa konsekuensi besar bagi Amerika Serikat dan kawasan Timur Tengah.