JAKARTA, Cobisnis.com – Kristi Noem akhirnya kehilangan jabatannya sebagai Menteri Keamanan Dalam Negeri Amerika Serikat setelah serangkaian kontroversi yang berlangsung selama lebih dari satu tahun di pemerintahan Donald Trump. Pemecatan itu terjadi hanya beberapa hari setelah sebuah sidang Senat memicu kemarahan presiden. Masalah memuncak ketika Senator Republik John Kennedy mempertanyakan pengeluaran besar kementerian untuk kampanye iklan senilai sekitar US$220 juta yang menampilkan Noem secara menonjol. Dalam sidang tersebut, Noem menyatakan bahwa Trump mengetahui dan menyetujui pengeluaran tersebut. Pernyataan itu memicu ketegangan karena Trump kemudian mengatakan bahwa dirinya tidak mengetahui secara rinci kampanye tersebut.
Perbedaan versi itulah yang disebut menjadi “titik terakhir” yang membuat Trump kehilangan kepercayaan pada Noem. Menurut Kennedy, presiden bahkan meneleponnya setelah sidang dan menyampaikan kemarahannya atas pernyataan tersebut. Tak lama setelah itu, Trump mulai mempertimbangkan pengganti untuk posisi tersebut dan akhirnya memilih Senator Oklahoma, Markwayne Mullin. Pengumuman penunjukan Mullin disampaikan langsung oleh Trump melalui media sosial sebelum sang senator sempat mendiskusikannya dengan keluarganya.
Noem sendiri mengetahui kabar pemecatannya saat tiba di sebuah konferensi kepolisian di Nashville. Meski begitu, ia tetap menyampaikan pidato yang telah dijadwalkan tanpa menyinggung pemecatan tersebut, bahkan sempat memberikan sinyal bahwa ia masih memiliki peran ke depan di kementerian. Pihak Gedung Putih menyatakan keputusan itu merupakan akumulasi dari berbagai masalah kepemimpinan Noem, termasuk pengeluaran besar untuk iklan, konflik internal dengan lembaga lain, serta berbagai kontroversi pribadi yang dianggap mengganggu agenda utama pemerintahan mengenai kebijakan imigrasi.
Meski dicopot dari jabatannya, Trump tetap memberikan peran baru kepada Noem sebagai utusan khusus dengan gelar “Special Envoy for the Shield of the Americas.” Dalam memo kepada pegawai kementerian, Noem menyebut kesempatan memimpin Departemen Keamanan Dalam Negeri sebagai “kehormatan terbesar dalam hidupnya.” Sementara itu, di dalam kementerian, sejumlah pejabat dilaporkan menyambut baik perubahan kepemimpinan tersebut. Beberapa staf bahkan mengaku merasa lega dan berharap kepemimpinan baru dapat memulihkan stabilitas di lembaga yang sebelumnya dilanda konflik internal dan pergantian pejabat secara besar-besaran.