Kucing Sering Meong Tanpa Henti? Ini Penyebab dan Tanda yang Perlu Diwaspadai

Oleh M.Dhayfan Al-ghiffari pada 28 Jul 2026, 18:37 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com - Kucing mengeong merupakan cara alami untuk berkomunikasi dengan manusia. Namun, jika intensitasnya meningkat atau berlangsung terus menerus, kondisi tersebut bisa menjadi tanda ada kebutuhan atau gangguan yang sedang dialami.

Pada beberapa kasus, kucing hanya ingin menarik perhatian pemiliknya. Mereka juga bisa mengeong karena lapar atau ingin diajak bermain.

Meski begitu, mengeong berlebihan tidak selalu berkaitan dengan kebutuhan sehari hari. Perilaku tersebut juga dapat menjadi sinyal adanya rasa sakit atau masalah kesehatan tertentu.

Salah satu penyebab yang paling sering adalah rasa nyeri. Kucing yang kesakitan biasanya terlihat lebih gelisah dan mengeluarkan suara lebih keras dibandingkan biasanya.

Stres dan rasa takut juga dapat membuat kucing menjadi lebih vokal. Kondisi ini sering terjadi ketika berada di lingkungan baru atau saat dibawa bepergian, misalnya ke dokter hewan.

Kucing yang sedang memasuki masa birahi juga cenderung mengeong lebih sering. Suara tersebut menjadi bagian dari naluri alami untuk menarik perhatian lawan jenis.

Selain itu, gangguan pada saluran kemih dapat memicu kucing mengeong ketika buang air kecil atau buang air besar. Jika dibiarkan, kondisi tersebut berpotensi berkembang menjadi masalah kesehatan yang lebih serius.

Penyakit ginjal juga termasuk salah satu penyebab yang perlu diwaspadai. Biasanya disertai gejala lain seperti nafsu makan menurun, lebih sering minum, dan frekuensi buang air kecil yang meningkat.

Pemilik juga perlu memahami bahwa sebagian kucing mengeong hanya untuk mencari perhatian. Meski begitu, jika kebiasaan tersebut disertai perubahan perilaku, tubuh lemas, atau kehilangan nafsu makan, pemeriksaan ke dokter hewan sebaiknya segera dilakukan.