Laba Industri China Naik 4,2%, tapi Laju Pertumbuhan Mulai Menurun

Oleh M.Dhayfan Al-ghiffari pada 28 Sep 2026, 09:23 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com - Pertumbuhan laba perusahaan industri China kembali melambat pada Agustus 2026. Kondisi ini menunjukkan tekanan permintaan domestik masih membebani dunia usaha, meski sektor manufaktur teknologi mendapat dorongan dari perkembangan kecerdasan buatan atau AI.

Data Biro Statistik Nasional China menunjukkan laba perusahaan industri pada Agustus tumbuh 4,2% secara tahunan. Angka tersebut melambat tajam dibandingkan pertumbuhan Juli yang mencapai 11,2%.

Secara kumulatif, laba industri China selama Januari hingga Agustus 2026 masih tumbuh 15,7% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Namun, angka tersebut juga turun dari pertumbuhan 17,6% pada periode Januari hingga Juli.

Perlambatan terjadi ketika perusahaan menghadapi tekanan untuk mempertahankan harga jual. Kondisi tersebut dipengaruhi lemahnya konsumsi domestik dan kelebihan kapasitas di sejumlah sektor.

Di tengah tekanan pasar dalam negeri, perusahaan manufaktur China semakin mengandalkan pasar luar negeri untuk memperoleh margin keuntungan yang lebih baik. Pergeseran ini berpotensi meningkatkan ketergantungan terhadap ekspor ketika China menghadapi ketegangan geopolitik dan sorotan terhadap surplus perdagangannya.

Sementara itu, sektor manufaktur komputer, komunikasi, serta peralatan elektronik lainnya menjadi salah satu penopang utama pertumbuhan laba. Laba sektor tersebut melonjak 110% selama delapan bulan pertama 2026, didorong kuatnya permintaan teknologi dan AI.

Kondisi berbeda terlihat pada sejumlah sektor yang bergantung pada konsumsi domestik. Laba industri minuman anggur, minuman lainnya, dan pengolahan teh anjlok 34,7% selama Januari hingga Agustus 2026.

Perbedaan tersebut memperlihatkan pemulihan industri China yang belum merata. Investasi dan produksi di sektor teknologi berkembang pesat, sementara konsumsi domestik belum memberikan dorongan permintaan yang sebanding.

Pada awal September, seorang penasihat bank sentral China memperingatkan bahwa perkembangan AI berpotensi memperburuk sekaligus memperpanjang ketidakseimbangan antara pasokan yang kuat dan permintaan yang lemah. Kondisi tersebut kembali mendorong seruan agar pemerintah mengambil langkah untuk memperkuat konsumsi rumah tangga dan neraca keuangan berbagai sektor ekonomi.

Data laba industri China mencakup perusahaan dengan pendapatan tahunan dari kegiatan usaha utama sedikitnya 20 juta yuan atau sekitar US$2,98 juta. Perlambatan pertumbuhan laba pada Agustus menjadi sinyal bahwa pemulihan industri masih menghadapi tekanan dari sisi permintaan.

Di sisi lain, momentum AI memberikan dorongan kuat bagi sejumlah perusahaan teknologi. Perbedaan kinerja tersebut menunjukkan bahwa pertumbuhan industri China saat ini berlangsung dengan kecepatan yang berbeda antar sektor.