JAKARTA, Cobisnis.com – Bank Mandiri kembali mempertegas komitmennya dalam mendukung pertumbuhan industri kreatif nasional melalui penyelenggaraan Livin’ Fest Heritage Raya 2026 yang berlangsung pada 5–7 Maret 2026 di The Ritz-Carlton Jakarta, Pacific Place. Acara ini menjadi wadah kurasi, promosi, sekaligus perluasan akses pasar bagi para pelaku usaha kreatif, khususnya dalam menyemarakkan Ramadan dan menyambut Idulfitri 1447 Hijriah.
Dengan menggandeng Harper’s Bazaar Indonesia sebagai mitra kolaborasi, Livin’ Fest Heritage Raya menghadirkan lebih dari 100 brand lokal dan internasional terkurasi. Beragam koleksi yang ditampilkan mencakup wastra Nusantara, karya desainer fesyen Indonesia, produk kecantikan, aksesori, hingga berbagai produk gaya hidup yang relevan dengan momentum Ramadan.
Direktur Network & Retail Funding Bank Mandiri Jan Winston Tambunan mengatakan bahwa Livin’ Fest Heritage Raya merupakan bagian dari strategi perusahaan dalam membangun ekosistem gaya hidup yang terintegrasi dengan solusi keuangan modern.
“Melalui Livin’ Fest Heritage Raya, kami ingin menghadirkan ruang kolaborasi yang memperkuat kualitas dan karakter brand lokal agar mampu tampil sejajar dengan brand internasional. Sejalan dengan tema Hargai Momen Kehangatan Ramadanmu, inisiatif ini menjadi bagian dari komitmen kami dalam mendukung industri kreatif sebagai penggerak ekonomi nasional,” ujarnya.
Sejumlah desainer dan brand Indonesia turut meramaikan acara ini melalui peragaan busana yang menampilkan karya dengan sentuhan tradisi dan estetika kontemporer, seperti Buttonscarves, Ghea Resort, Sejauh Mata Memandang, Mandiri Loopin’ for Life x IKYK, Tanda Mata, Raya Celebration Presents Wilsen Willim, Svarna by Ikat Indonesia, dan Eri.
Selain menghadirkan berbagai koleksi pilihan, Livin’ Fest Heritage Raya juga menawarkan sejumlah program menarik bagi pengunjung, mulai dari cashback hingga Rp8,88 juta, welcome bonus kartu kredit, hingga fasilitas cicilan 0% sampai 12 bulan.
“Ke depan, Bank Mandiri akan terus memperkuat sinergi dengan pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan dalam mendukung penguatan serta pemberdayaan pelaku industri kreatif agar tumbuh konsisten dan berdaya saing,” kata Jan.