Manchester City Terbukti Langgar Aturan Keuangan

Oleh Desti Dwi Natasya pada 30 Sep 2026, 14:28 WIB

Manchester City dinyatakan bersalah melanggar aturan keuangan Premier League selama sembilan musim. Sanksi klub masih menunggu sidang lanjutan.

JAKARTA, Cobisnis.com - Manchester City dinyatakan bersalah atas seluruh tuduhan terkait pelanggaran serius terhadap aturan keuangan Premier League selama periode sembilan musim.

Putusan tersebut dikeluarkan Komisi independen setelah melalui proses investigasi dan persidangan yang berlangsung selama beberapa tahun.

Pelanggaran yang terbukti terjadi pada musim 2009/2010 hingga 2017/2018, termasuk penyampaian laporan keuangan yang dinilai tidak benar serta kegagalan klub bekerja sama dalam investigasi Premier League.

Komisi menemukan Manchester City mengatur sejumlah kesepakatan komersial yang tidak mencerminkan kesepakatan sebenarnya dengan mitra bisnis untuk meningkatkan pendapatan secara artifisial dan mengurangi biaya yang dilaporkan.

Skema tersebut juga melibatkan kesepakatan sponsor yang disebut 'palsu', dengan sebagian pembayaran didanai Abu Dhabi United Group Investment & Development Ltd (ADUG), perusahaan yang memiliki Manchester City.

Dampaknya, pendapatan klub disebut meningkat secara artifisial dan biaya operasional terlihat lebih rendah dengan nilai lebih dari 900 juta poundsterling selama periode yang diperiksa.

Manchester City kemudian dinyatakan tidak melaporkan pendapatan dan pengeluaran secara akurat untuk memenuhi aturan Profitability and Sustainability Rules Premier League serta Club Licensing and Financial Fair Play Regulations UEFA.

Kepala Eksekutif Premier League Richard Masters mengatakan putusan tersebut menetapkan fakta mengenai pelanggaran Manchester City selama periode yang diperiksa, dikutip dari berbagai sumber, Rabu (30/9/2026).

"Keputusan inti ini menetapkan fakta-fakta tentang apa yang terjadi di Manchester City selama periode ini. Ini merinci bagaimana klub tersebut secara sistematis melanggar Peraturan Liga Premier selama hampir satu dekade," kata Masters.

Masters menegaskan Premier League berkewajiban memastikan aturan yang telah disepakati seluruh klub tetap ditegakkan untuk menjaga kompetisi.

"Merupakan tanggung jawab utama Liga Premier untuk memastikan bahwa Peraturan, yang disetujui oleh klub-klub itu sendiri, ditegakkan untuk melindungi integritas kompetisi. Sangat penting bahwa Liga tetap kompetitif dan adil bagi semua klub dan bagi para penggemar. Kami menganggap peran itu sangat serius," ujarnya.

Meski dinyatakan bersalah, sanksi terhadap Manchester City belum ditentukan dan akan dibahas dalam sidang lanjutan bersama Komisi independen.

"Kasus disiplin ini, dan keputusan ini, adalah yang paling signifikan dalam sejarah Premier League. Ada beberapa elemen kasus yang masih perlu diputuskan, termasuk, yang terpenting, sanksi apa yang harus diberikan atas pelanggaran ini," kata Masters.

Manchester City juga masih memiliki hak mengajukan banding atas temuan Komisi independen hingga Jumat, 2 Oktober 2026.

Investigasi Premier League terhadap Manchester City dimulai pada Desember 2018, sedangkan pengaduan berdasarkan Bagian W peraturan Premier League diajukan pada Februari 2023.

Persidangan Komisi independen berlangsung selama 42 hari hingga Desember 2024 dengan pemeriksaan sekitar 7.000 halaman transkrip kesaksian saksi dan ahli serta dokumen tertulis dari kedua pihak.

Temuan Komisi yang telah disunting kini dipublikasikan Premier League, sementara informasi lain terkait proses yang masih berlangsung tetap dirahasiakan sesuai aturan kompetisi.