Manggarai Disiapkan Jadi Pusat Integrasi Transportasi, 162 Ribu Pergerakan per Hari

Oleh Hidayat Taufik pada 11 Aug 2026, 09:25 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com - Stasiun Manggarai terus berkembang menjadi salah satu simpul utama transportasi publik di Jakarta dan kawasan aglomerasi. Setiap harinya, sekitar 162 ribu pergerakan pelanggan tercatat melalui kawasan stasiun tersebut.

Tingginya aktivitas penumpang didukung oleh 700 hingga 750 perjalanan kereta api per hari.

Dengan jumlah tersebut, Stasiun Manggarai memiliki peran penting dalam mempertemukan berbagai layanan transportasi yang digunakan masyarakat.

PT Kereta Api Indonesia (KAI) melihat integrasi antarmoda sebagai salah satu faktor penting untuk menciptakan perjalanan yang lebih efektif dan nyaman bagi masyarakat perkotaan.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menyebut Manggarai memiliki posisi penting dalam jaringan mobilitas Jakarta dan wilayah sekitarnya.

“Manggarai berada pada posisi yang sangat strategis dalam perjalanan masyarakat Jakarta dan wilayah aglomerasi.

Fokus ke depan adalah bagaimana perpindahan antarlayanan dapat semakin mudah, perjalanan lebih efisien, dan akses menuju kawasan di sekitar stasiun semakin baik,” ujar Anne, Senin (10/8/2026).

Data KAI menunjukkan jumlah pelanggan Kereta Rel Listrik (KRL) mencapai 5.142.739 orang pada 2023. Angka tersebut kemudian bertambah menjadi 5.575.711 pelanggan pada 2024.

Pada 2025, KRL tercatat mengangkut 5.456.309 pelanggan. Sementara itu, dalam periode Januari hingga Juni 2026, jumlah pelanggan mencapai 2.716.932 orang.

Tidak hanya KRL, konektivitas Manggarai juga didukung layanan Commuter Line Bandara. Secara keseluruhan, layanan tersebut mencatat 1.970.531 pelanggan pada 2023.

Jumlah itu meningkat menjadi 2.242.536 pelanggan pada 2024 dan kembali bertambah menjadi 2.346.934 pelanggan pada 2025.

Adapun pengguna Commuter Line Bandara yang tercatat di Stasiun Manggarai mencapai 230.314 orang hingga Juni 2026.

Konektivitas Manggarai Diperkuat LRT Jakarta

Peran Stasiun Manggarai sebagai simpul transportasi diperkirakan semakin kuat dengan hadirnya LRT Jakarta Fase 1B yang menghubungkan Velodrome dengan Manggarai.

Jalur LRT tersebut membentang sekitar 6,4 kilometer dan memiliki lima stasiun. Kehadirannya diharapkan menambah pilihan perjalanan sekaligus mempermudah masyarakat berpindah dari satu moda ke moda lainnya.

Executive Vice President Corporate Secretary KAI Wisnu Pramudya mengatakan integrasi transportasi menjadi kunci untuk meningkatkan daya tarik angkutan umum di kawasan perkotaan.

“Semakin mudah masyarakat berpindah dari satu moda ke moda lainnya, semakin besar manfaat transportasi publik bagi kota.

Manggarai memiliki kesempatan untuk berkembang menjadi kawasan yang lebih terhubung, mudah diakses, dan dekat dengan aktivitas masyarakat,” kata Wisnu.

Ke depan, kawasan Manggarai akan menghubungkan sejumlah layanan transportasi publik.

Moda tersebut meliputi KRL Commuter Line, Commuter Line Bandara, TransJakarta, Terminal Manggarai, hingga LRT Jakarta.

Pengembangan tersebut juga diarahkan untuk mendukung konsep Transit Oriented Development (TOD).

Melalui konsep ini, kawasan di sekitar simpul transportasi dapat dikembangkan menjadi area yang terintegrasi, mudah dijangkau, serta dekat dengan berbagai aktivitas masyarakat.

Dengan semakin banyaknya pilihan transportasi yang terhubung, Stasiun Manggarai tidak hanya menjadi lokasi transit penumpang. Kawasan tersebut berpeluang tumbuh sebagai salah satu pusat pergerakan dan aktivitas masyarakat di Jakarta.