JAKARTA, Cobisnis.com – Maskapai penerbangan global berupaya mempertahankan harga tiket tinggi meski biaya bahan bakar mulai turun. Kenaikan tarif awalnya dipicu lonjakan harga bahan bakar akibat konflik Iran.
Namun, permintaan perjalanan yang tetap kuat kini menjadi faktor utama bertahannya harga tinggi. CEO United Airlines Scott Kirby menyebut konsumen sudah terbiasa dengan harga saat ini.
Ia menilai kondisi itu membuat maskapai cenderung mempertahankan pendapatan dari tarif tinggi. Saat ini, penumpang membayar rata-rata 20 persen lebih mahal per mil dibanding tahun lalu.
Sementara itu, CEO American Airlines Robert Isom mengatakan pelanggan tetap bersedia membayar lebih. Ia menambahkan permintaan perjalanan musim panas tetap kuat meski harga tiket naik.
Di sisi lain, biaya bahan bakar jet hampir dua kali lipat sejak awal tahun. Bahan bakar menjadi biaya operasional terbesar kedua setelah tenaga kerja bagi maskapai.
Empat maskapai besar AS menghabiskan sekitar 100 juta dolar per hari untuk bahan bakar tahun lalu. Kini, biaya tersebut meningkat hingga miliaran dolar tambahan.