JAKARTA, Cobisnis.com – Eropa mempercepat pembangunan jaringan kereta cepat lintas negara dalam dekade mendatang. Namun, pegunungan dan lautan masih menjadi hambatan utama.
Karena itu, sejumlah negara membangun mega terowongan bawah tanah untuk mempercepat perjalanan kereta antar kota besar. Austria, Prancis, Italia, Denmark, dan Swiss kini menjalankan proyek rel terbesar di dunia. Selain itu, proyek tersebut menelan biaya miliaran dolar.
Uni Eropa ingin mengurangi ketergantungan pada penerbangan jarak pendek. Sebagai gantinya, mereka mendorong masyarakat memakai kereta cepat.
Namun, kondisi geografis Eropa membuat proyek itu sangat rumit. Pegunungan Alpen dan lautan memisahkan banyak negara di kawasan tersebut.
Swiss lebih dulu membuka Terowongan Dasar Gotthard pada 2016. Terowongan sepanjang 35 mil itu menjadi jalur rel terpanjang di dunia. Selain itu, proyek senilai US$11,3 miliar tersebut memangkas waktu perjalanan Zurich-Milan menjadi sekitar 2,5 jam.