Meksiko Rusuh Pascatewasnya El Mencho, Kemlu Minta WNI Tunda Perjalanan

Oleh Hidayat Taufik pada 24 Feb 2026, 11:56 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com - Pemerintah Indonesia mengimbau warga negara Indonesia (WNI) untuk menunda perjalanan ke Meksiko, menyusul kondisi keamanan yang belum stabil akibat gelombang kerusuhan pascakematian gembong narkoba paling diburu, El Mencho.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri, Vahd Nabyl Achmad Mulachela, menyatakan bahwa situasi keamanan di sejumlah wilayah Meksiko masih rawan, sehingga perjalanan ke negara tersebut sebaiknya ditunda hingga kondisi benar-benar kondusif.

“Bagi WNI yang berencana melakukan perjalanan ke Meksiko dalam waktu dekat, kami imbau untuk menunda keberangkatan sampai situasi keamanan dinyatakan aman,” ujar Vahd, Selasa (24/2/2026).

Selain imbauan perjalanan, pemerintah juga meminta WNI yang saat ini berada di wilayah terdampak, khususnya di negara bagian Jalisco, untuk membatasi aktivitas di luar rumah dan meningkatkan kewaspadaan.

Ia menambahkan, KBRI Mexico City telah mengeluarkan peringatan kepada seluruh WNI agar tetap berada di tempat tinggal, mengikuti arahan resmi otoritas setempat, serta menjaga komunikasi aktif dengan pihak perwakilan Indonesia.

“Kami mengimbau seluruh WNI di wilayah terdampak untuk tidak beraktivitas di luar rumah, meningkatkan kewaspadaan, serta terus berkoordinasi dengan KBRI Mexico City,” tuturnya.

Kerusuhan di berbagai wilayah Meksiko dipicu oleh operasi penangkapan terhadap Nemesio Oseguera Cervantes, pemimpin Jalisco New Generation Cartel (CJNG), yang berujung baku tembak sengit dengan aparat keamanan.

Operasi tersebut menyebabkan korban jiwa dalam jumlah besar, termasuk dari unsur aparat dan anggota kartel, serta melumpuhkan aktivitas masyarakat di puluhan wilayah. Situasi keamanan sempat memburuk dan memicu pengerahan tambahan pasukan militer oleh pemerintah Meksiko.

Nemesio Oseguera Cervantes tewas setelah baku tembak dengan militer di kawasan hutan Tapalpa, wilayah Jalisco, pada Minggu (22/2/2026) waktu setempat. Ia dikenal sebagai salah satu bos kartel paling kuat dengan jaringan penyelundupan narkotika lintas negara, termasuk ke Amerika Serikat.

Hingga kini, kondisi keamanan di sejumlah wilayah Meksiko masih dalam pemantauan ketat aparat, sementara pemerintah Indonesia terus melakukan koordinasi dengan perwakilan RI di luar negeri untuk memastikan keselamatan WNI yang berada di kawasan terdampak.