Jamkrindo

Menkes Ingatkan Warga Aktifkan BPJS: Layanan Pencegahan hingga Pengobatan Kini Bisa Gratis

Oleh Hidayat Taufik pada 25 Jan 2026, 10:34 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengimbau masyarakat untuk memastikan kepesertaan BPJS Kesehatan tetap aktif. Pasalnya, BPJS menjadi kunci utama agar masyarakat bisa mengakses layanan kesehatan gratis yang mulai diperluas pemerintah pada 2026.

Budi menjelaskan, program gratis pemerintah tidak lagi terbatas pada pemeriksaan atau skrining kesehatan, tetapi juga mencakup layanan pencegahan dan penanganan medis. Layanan ini merupakan pengembangan dari program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang telah berjalan sebelumnya.

“Bukan hanya cek kesehatannya yang gratis, tapi pencegahan dan penanganannya juga gratis. Karena itu, saya sarankan masyarakat segera mengaktifkan BPJS,” ujar Budi dalam keterangan resmi, Sabtu (24/1/2026).

Ia menekankan, iuran BPJS Kesehatan tergolong sangat terjangkau, hanya puluhan ribu rupiah per bulan, bahkan dinilai lebih murah dibandingkan pengeluaran rutin untuk rokok. Dengan biaya tersebut, masyarakat bisa memperoleh manfaat layanan kesehatan yang besar.

Dalam skema program terbaru, pemerintah memberikan layanan penanganan medis gratis selama 15 hari pertama setelah pemeriksaan kesehatan. Setelah masa tersebut berakhir, layanan gratis tetap bisa diperoleh apabila peserta memiliki BPJS Kesehatan yang aktif.

Sebaliknya, masyarakat tanpa BPJS harus menanggung biaya pengobatan sendiri.“Kalau BPJS-nya aktif, penanganannya tetap gratis. Jadi seharusnya tidak ada alasan untuk menunda mengaktifkan BPJS,” kata Budi.

Melalui program ini, Kementerian Kesehatan menargetkan 136 juta orang mengikuti Cek Kesehatan Gratis sepanjang 2026, meningkat signifikan dibandingkan capaian tahun sebelumnya yang mencapai sekitar 70 juta peserta.

Budi berharap, program ini mendorong masyarakat lebih peduli pada kesehatan sejak dini, sehingga risiko penyakit serius bisa dicegah. “Tujuan kita bukan sekadar cek kesehatan, tapi memastikan seluruh masyarakat Indonesia tetap sehat,” tutupnya.