JAKARTA, Cobisnis.com — Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir mendorong pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan untuk melakukan perubahan mendasar dalam pengembangan sektor kepemudaan dan olahraga.
Momentum menuju satu abad Sumpah Pemuda dan puncak bonus demografi menjadi peluang bagi Indonesia untuk memperkuat peran generasi muda. Karena itu, sektor kepemudaan dan olahraga perlu menjadi bagian penting dalam agenda pembangunan melalui kolaborasi pemerintah pusat dan daerah.
Arahan tersebut disampaikan Erick dalam Forum Nasional Transformasi Kebijakan Kepemudaan dan Keolahragaan di Hotel Pullman, Jakarta, Kamis (15/10) pagi. Kegiatan ini dihadiri Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga Taufik Hidayat, jajaran Kemenpora, serta kepala dinas dan pimpinan Dispora dari berbagai daerah di Indonesia.
Erick menilai, peran Dispora di daerah perlu diperluas agar tidak hanya berorientasi pada pembinaan olahraga. Menurutnya, potensi generasi muda Indonesia sangat besar, mengingat sekitar 130 juta penduduk berusia di bawah 30 tahun.
"Untuk membawa sektor kepemudaan naik kelas, sejumlah langkah transformatif sudah disiapkan. Seperti penguatan patung hukum dan perbaikan Undang- Undang kepemudaan. Kemenpora akan mendorong percepatan RUU Kepemudaan agar urusan pemuda menjadi tugas pokok dan fungsi (core) terintegrasi hingga ke tingkat daerah," ujarnya, dikutip dari kemenpora, Jumat (16/10/2026).
Selain pembaruan regulasi, Kemenpora mendorong pembenahan organisasi dan regenerasi kepemimpinan Organisasi Kepemudaan (OKP). Langkah tersebut mencakup penertiban perpecahan organisasi melalui verifikasi bersama Kementerian Hukum, penataan batas usia pemuda dengan wacana maksimal 35 tahun, serta pembatasan masa kepemimpinan.
Kemenpora juga menyiapkan peta jalan pengembangan kepemudaan melalui berbagai program. Di antaranya Career Hub, perluasan kesempatan magang di BUMN dan perusahaan swasta, Wirausaha Youth Camp, serta penyediaan ruang bagi anak muda untuk mengembangkan gagasan tentang kesehatan mental, ekonomi hijau, dan teknologi.
Di bidang olahraga, Erick mengajak pemerintah daerah mengubah cara pandang terhadap olahraga. Ia menilai olahraga tidak hanya berkaitan dengan prestasi, tetapi juga memiliki potensi ekonomi, mendukung kesehatan masyarakat, dan membentuk karakter bangsa.
Erick menyebut industri olahraga global memiliki potensi mencapai Rp8.000 triliun. Namun, kontribusi Indonesia dinilai masih terbatas, yakni sekitar Rp40 triliun atau 0,5% dari potensi tersebut.
Karena itu, daerah didorong mengembangkan industri olahraga dan wisata olahraga atau sport tourism. Salah satu contoh yang disampaikan adalah MotoGP Mandalika yang disebut memberikan dampak ekonomi Rp5,2 triliun. Potensi wisata selancar di berbagai daerah juga dinilai dapat dikembangkan untuk mendorong aktivitas ekonomi masyarakat setempat.
Erick turut menyoroti pemanfaatan fasilitas olahraga milik pemerintah daerah. Agar tidak terbengkalai atau terus membebani anggaran pemeliharaan, Kemenpora bersama Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian UMKM telah menerbitkan payung hukum berupa Surat Keputusan Bersama (SKB) tiga menteri.
"Pemerintah daerah didorong melakukan Kerjasama Operasional (KSO) dengan pihak swasta atau klub olahraga secara transparan tanpa menghilangkan aset daerah," ujarnya.
Selain pengelolaan fasilitas, Erick mengajak pemerintah daerah menghidupkan kembali kegiatan olahraga masyarakat, termasuk Car Free Day (CFD), di 514 kabupaten dan kota. Kegiatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan partisipasi masyarakat dalam berolahraga, membantu menekan beban biaya kesehatan daerah, serta menumbuhkan kedisiplinan generasi muda.
Kemenpora juga mendorong sertifikasi bagi mantan atlet disabilitas agar mereka memiliki kesempatan melanjutkan karier dan berkontribusi sebagai pengajar di sekolah-sekolah khusus.
Erick menegaskan, perubahan dalam sektor kepemudaan dan olahraga membutuhkan komitmen bersama antara pemerintah pusat dan daerah.
"Saya bisa, Bapak dan Ibu di daerah juga pasti harus bisa. Mari kita bangun perspektif baru bahwa sektor Pemuda dan Olahraga adalah prioritas. Antara pemerintah pusat dan daerah kita harus saling mendukung untuk menciptakan perubahan besar bagi bangsa ini," tegas Erick Thohir.