JAKARTA, Cobisnis.com – Menstruasi menjadi salah satu tanda pubertas penting pada anak perempuan yang menunjukkan perubahan besar pada tubuh dan sistem reproduksi.
Umumnya, menstruasi pertama terjadi pada usia sekitar 12 hingga 13 tahun. Namun kini, banyak anak perempuan mengalami pubertas lebih cepat sejak usia 10 tahun.
Fenomena tersebut menjadi perhatian karena perubahan fisik dan emosional anak terjadi lebih dini dibandingkan generasi sebelumnya.
Melansir Hindustan Times, dokter spesialis obstetri dan ginekologi Deepthi Ashwin dari Aster Whitefield Hospital India menjelaskan pubertas dini dipengaruhi berbagai faktor kesehatan dan gaya hidup.
Menurutnya, obesitas pada anak menjadi salah satu faktor utama yang dapat mempercepat datangnya menstruasi pertama pada perempuan usia dini.
Selain obesitas, faktor genetik, ketidakseimbangan hormon, stres, hingga paparan zat kimia tertentu dari lingkungan juga dapat memicu pubertas lebih cepat.
Beberapa penyakit seperti gangguan tiroid, sindrom ovarium polikistik atau PCOS, gangguan adrenal, kista ovarium, hingga kelainan neurologis turut dikaitkan dengan perubahan hormon dini.
“Orang tua tidak boleh mengabaikan tanda pubertas yang muncul terlalu cepat pada anak,” ujar Deepthi Ashwin seperti dikutip Hindustan Times.
Pemeriksaan medis biasanya dilakukan melalui tes hormon, pemantauan pertumbuhan, pemindaian usia tulang, hingga pemeriksaan lanjutan bila diperlukan.
Penanganan pubertas dini akan disesuaikan dengan kondisi masing-masing anak, mulai dari perubahan pola hidup sehat hingga terapi hormon untuk membantu mengatur perkembangan pubertas.