JAKARTA, Cobisnis.com - Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau Mualem ternyata sedang berada di luar negeri ketika kericuhan terjadi dalam peringatan 21 tahun Hari Damai Aceh di Banda Aceh, Sabtu (15/8/2026).
Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Republik Indonesia, Jusuf Kalla, mengungkapkan Mualem berada di Kuala Lumpur untuk menjalani pengobatan.
Menurut JK, ketidakhadiran sejumlah tokoh penting Aceh menjadi perhatian ketika situasi di Banda Aceh mulai memanas.
Selain Mualem, Wali Nanggroe Aceh Malik Mahmud Al-Haythar juga tidak berada di Aceh. Malik Mahmud disebut sedang menjalani pengobatan di Penang, Malaysia.
"Wali Nanggroe, Pak Malik Mahmud, itu juga lagi pengobatan di Penang. Jadi, hampir tidak ada pimpinan, hanya wakil gubernur dan tentu pihak kepolisian," di kutip dari berbagai sumber, (17/8/2026).
Jadi, pimpinan yang berpengaruh tidak ada di Banda Aceh pada waktu-pada saat ini," ucap JK.
Kericuhan berlangsung saat masyarakat memperingati 21 tahun Hari Damai Aceh. Situasi memanas setelah terjadi persoalan terkait pengibaran bendera bulan bintang.
JK menduga terdapat pihak tertentu yang melakukan provokasi sehingga kondisi di lokasi semakin tegang.
Ia menjelaskan, ketegangan meningkat ketika massa menolak menurunkan bendera yang sebelumnya telah diganti.
Meski terjadi kericuhan, JK menilai mayoritas masyarakat Aceh tetap menginginkan kondisi yang aman dan damai.