JAKARTA, Cobisnis.com - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi fenomena embun beku atau embun upas di Dataran Tinggi Dieng, Banjarnegara, Jawa Tengah, akan lebih sering muncul selama musim kemarau 2026. Kondisi ini dipengaruhi musim kemarau yang diprakirakan lebih kering dibandingkan dua tahun sebelumnya.
BMKG memperkirakan puncak musim kemarau terjadi pada Agustus 2026 dan kondisi kering berlanjut hingga September. Semakin kering musim kemarau, semakin besar peluang embun upas terbentuk di kawasan Dieng.
Kepala BMKG Stasiun Klimatologi Jawa Tengah, Guruh Tjiptanto, menjelaskan suhu nol derajat Celsius atau bahkan minus yang sering dilaporkan bukan merupakan suhu udara. Angka tersebut adalah suhu minimum permukaan rumput yang diukur menggunakan termometer khusus.
BMKG juga memprediksi musim kemarau tahun ini akan terasa lebih dingin dibandingkan 2024 dan 2025. Karakteristiknya dinilai hampir sama dengan musim kemarau 2023 yang juga ditandai kemunculan embun upas, sementara fenomena udara dingin atau mbediding diperkirakan lebih terasa pada Agustus hingga September.
Wisatawan yang ingin menyaksikan embun upas diminta menyiapkan perlengkapan yang memadai. Gunakan pakaian berlapis, jaket tahan angin, kupluk, sarung tangan, syal, kaus kaki tebal, serta sepatu yang nyaman, dan bagi yang memiliki riwayat asma atau alergi udara dingin disarankan membawa obat pribadi.
Embun upas umumnya mulai terbentuk pada malam hari. Pemandangan terbaik biasanya terlihat sekitar pukul 04.00 hingga 06.00 WIB di kawasan Kompleks Candi Arjuna sebelum embun mencair saat matahari mulai meninggi.
Fenomena embun upas menjadi daya tarik wisata musiman di Dieng. Namun, kondisi ini juga perlu diwaspadai karena berpotensi merusak tanaman pertanian yang sensitif terhadap suhu dingin ekstrem.