JAKARTA, Cobisnis.com – Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Nanik Sudaryati Deyang sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) pada Senin (8/6/2026). Ia menggantikan Dadan Hindayana setelah pemerintah mengevaluasi pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Sebelumnya, Nanik menjabat sebagai Wakil Kepala BGN sejak September 2025. Selama bertugas, ia aktif mengawasi pelaksanaan program sekaligus mendorong berbagai perbaikan tata kelola.
Karena itu, pemerintah menilai Nanik memiliki pengalaman yang cukup untuk memimpin BGN pada periode berikutnya.
Menjabat Wakil Kepala BGN Sejak 2025
Nanik mengemban tugas sebagai Wakil Kepala BGN sejak 17 September 2025. Sebelum bergabung dengan BGN, ia menjabat sebagai Wakil I Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan.
Selain itu, ia terlibat langsung dalam evaluasi berbagai program yang dijalankan BGN. Ketegasannya dalam mengambil keputusan juga menjadi sorotan selama masa tugasnya.
Meminta Maaf atas Kasus Keracunan MBG
Nama Nanik sempat menjadi perhatian publik setelah muncul kasus keracunan makanan yang menimpa ribuan siswa penerima manfaat MBG.
Saat konferensi pers pada September 2025, Nanik menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat. Ia juga menegaskan bahwa BGN bertanggung jawab atas insiden tersebut.
Setelah itu, Nanik berjanji memperkuat pengawasan agar kasus serupa tidak kembali terjadi.
Menutup Dapur MBG yang Bermasalah
BGN kemudian memeriksa sejumlah dapur MBG di berbagai daerah. Hasil pemeriksaan menunjukkan banyak dapur belum menjalankan standar operasional dengan baik.
Karena itu, BGN menutup 40 dapur dari total 45 dapur yang diperiksa. Langkah tersebut bertujuan menjaga keamanan pangan bagi para penerima manfaat program.
Memperketat Sertifikasi Mitra
Selain melakukan evaluasi dapur, Nanik juga memperketat persyaratan bagi mitra penyedia makanan bergizi.
Ia mewajibkan setiap mitra memiliki Sertifikat Layak Higiene Sanitasi, sertifikat halal, dan sertifikat kelayakan air.
Sementara itu, mitra yang tidak memenuhi ketentuan berisiko kehilangan kerja sama dengan BGN.
Mewajibkan Koki Bersertifikat
Nanik juga mendorong profesionalisme dalam pengelolaan dapur MBG. Untuk itu, setiap dapur wajib memiliki koki bersertifikat sebagai penanggung jawab operasional.
Dengan langkah tersebut, BGN ingin meningkatkan standar keamanan pangan sekaligus menjaga kualitas makanan yang diterima peserta program.
Kini, Nanik memimpin BGN dengan bekal pengalaman selama mengawal Program Makan Bergizi Gratis. Selain itu, pemerintah berharap kepemimpinannya dapat memperkuat pengawasan dan meningkatkan kualitas layanan gizi nasional.