Niat Puasa Tasua dan Asyura Lengkap dengan Arab, Latin, Arti, serta Hadits Keutamaannya

Oleh Desti Dwi Natasya pada 22 Jun 2026, 10:06 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com – Puasa Tasua dan Asyura merupakan amalan sunnah yang dianjurkan bagi umat Islam setiap bulan Muharram. Selain memiliki keutamaan besar, kedua puasa ini juga diawali dengan membaca niat sebagai bentuk kesungguhan dalam beribadah.

Puasa Tasua dilaksanakan pada tanggal 9 Muharram, sedangkan puasa Asyura pada 10 Muharram. Rasulullah SAW menganjurkan pelaksanaan kedua puasa tersebut karena memiliki keutamaan yang besar di sisi Allah SWT.

Berikut bacaan niat puasa Tasua:

نَوَيْتُ صَوْمَ تَاسُوعَاءَ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى

Latin: Nawaitu shauma Tāsū‘ā’a sunnatan lillāhi ta‘ālā.

Artinya: “Saya berniat puasa sunnah Tasua karena Allah Ta’ala.”

Sementara itu, berikut bacaan niat puasa Asyura:

نَوَيْتُ صَوْمَ عَاشُورَاءَ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى

Latin: Nawaitu shauma ‘Āsyūrā’a sunnatan lillāhi ta‘ālā.

Artinya: “Saya berniat puasa sunnah Asyura karena Allah Ta’ala.”

Keutamaan puasa Asyura dijelaskan dalam hadits riwayat Imam Muslim dari Abu Qatadah RA. Rasulullah SAW bersabda:

عَنْ أَبِي قَتَادَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ قَالَ: صِيَامُ يَوْمِ عَاشُورَاءَ، أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِي قَبْلَهُ

Latin: ’An Abī Qatādah raḍiyallāhu ’anhu anna Rasūlallāhi ṣallallāhu ’alaihi wa sallam qāla: Ṣiyāmu yaumi ‘Āsyūrā’, aḥtasibu ’alallāhi an yukaffiras-sanatallatī qablah.

Artinya: “Puasa pada hari Asyura, aku berharap kepada Allah agar dapat menghapus dosa-dosa selama satu tahun sebelumnya.” (HR. Muslim).

Selain itu, Rasulullah SAW juga menganjurkan berpuasa pada hari kesembilan Muharram atau Tasua. Hal tersebut dijelaskan dalam hadits berikut:

لَئِنْ بَقِيتُ إِلَى قَابِلٍ لَأَصُومَنَّ التَّاسِعَ

Latin: La’in baqītu ilā qābilin la-aṣūmanna at-tāsi’.

Artinya: “Jika aku masih hidup hingga tahun depan, sungguh aku akan berpuasa pada hari kesembilan (Muharram).” (HR. Muslim).

Para ulama menjelaskan bahwa pahala penghapusan dosa dalam hadits tersebut berlaku untuk dosa-dosa kecil. Sementara itu, dosa besar tetap memerlukan taubat nasuha yang disertai penyesalan dan tekad untuk tidak mengulanginya.

Melaksanakan puasa Tasua dan Asyura menjadi salah satu amalan yang sangat dianjurkan pada bulan Muharram. Dengan menjalankan sunnah Rasulullah SAW ini, umat Islam diharapkan dapat meraih pahala, keberkahan, serta ampunan dari Allah SWT.