OJK Ingatkan Masyarakat Waspada Scam, Ratusan Ribu Rekening Sudah Diblokir

Oleh M.Dhayfan Al-ghiffari pada 15 Jun 2026, 11:18 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengingatkan masyarakat agar tidak panik saat menjadi korban penipuan digital atau scam. Langkah terpenting adalah segera melaporkan kejadian tersebut agar peluang penyelamatan dana lebih besar.

OJK meminta korban segera mengakses Indonesia Anti Scam Centre (IASC). Laporan dapat disampaikan secara online melalui platform resmi yang telah disediakan.

Menurut OJK, kecepatan pelaporan sangat menentukan proses penanganan kasus. Semakin cepat laporan masuk, semakin besar kemungkinan dana belum sempat dipindahkan pelaku.

Penipuan digital masih menjadi ancaman serius di Indonesia. Modus yang digunakan pelaku juga terus berkembang dan semakin sulit dikenali masyarakat.

Hingga Mei 2026, IASC telah menerima 579.459 laporan penipuan. Jumlah rekening yang dilaporkan mencapai 998.558 rekening.

Dari total tersebut, sebanyak 515.553 rekening berhasil diblokir. Langkah ini dilakukan untuk mencegah dana korban berpindah ke rekening lain.

OJK mencatat dana korban yang berhasil diselamatkan dan dikembalikan mencapai Rp196,93 miliar. Angka tersebut menunjukkan pentingnya pelaporan yang cepat dan tepat.

Menurut OJK, setiap laporan memiliki peran penting. Selain membantu korban, laporan juga dapat mempersempit ruang gerak pelaku dan mencegah munculnya korban baru.

Modus yang paling sering ditemukan meliputi penyamaran sebagai perusahaan resmi, customer service palsu, hingga lowongan kerja paruh waktu fiktif. Pelaku juga kerap menawarkan tugas menonton iklan berbayar untuk memancing korban.

Selain itu, penipuan berkedok deposit e-commerce dan investasi kripto ilegal masih marak terjadi. Pelaku biasanya menjanjikan keuntungan besar dalam waktu singkat untuk menarik minat masyarakat.

OJK mengimbau masyarakat agar selalu memverifikasi informasi sebelum melakukan transfer dana. Kewaspadaan tetap menjadi benteng utama menghadapi berbagai modus penipuan digital yang terus berkembang.