Pancaroba Bikin Tubuh Rentan Sakit, Ini yang Perlu Diwaspadai

Oleh Hidayat Taufik pada 04 Oct 2026, 12:15 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com - Pergantian musim atau pancaroba dapat membuat tubuh lebih rentan mengalami gangguan kesehatan. Perubahan suhu yang terjadi secara cepat membuat tubuh perlu beradaptasi dengan kondisi lingkungan.

Pada periode ini, keluhan kesehatan akibat infeksi virus musiman juga cukup sering muncul. Kondisi tersebut dapat mengganggu aktivitas sehari-hari jika tidak ditangani dengan tepat.

Dokter umum sekaligus content creator kesehatan, dr. Ikhsanuddin Qoth'i, mengatakan perubahan cuaca dapat meningkatkan kerentanan tubuh terhadap berbagai penyakit infeksi.

“Musim pancaroba ini ada perubahan suhu, baik itu dingin ke panas atau sebaliknya, memang masalah kesehatan yang paling banyak terjadi adalah infeksi,” jelas dr. Ikhsan dalam acara Better Self Care Starts from Better Preparation on Transitional Weather bersama Actifed, di Depok, Jawa Barat, dikutip Minggu (4/10/2026).

Menurut dia, jenis infeksi yang muncul selama pancaroba cukup beragam. Namun, gangguan pada saluran pernapasan menjadi salah satu keluhan yang paling umum.

“Macam-macam infeksi, mulai dari infeksi tenggorokan, infeksi saluran cerna, tapi yang paling common terutama saat ini adalah flu dan influenza,” paparnya.

Gejala Tetap Perlu Ditangani

Sebagian orang menganggap flu atau infeksi ringan tidak perlu mendapat perhatian khusus karena penyakit tersebut dapat pulih dengan sendirinya.

“Penyakit seperti ini memang bisa sembuh sendirinya atau self-limiting disease. Tapi sembuhnya enggak mungkin tanpa gejala,” tegas dr. Ikhsan.

Selama tubuh menjalani proses pemulihan, sejumlah gejala dapat tetap dirasakan. Keluhan tersebut antara lain demam, hidung tersumbat, hingga batuk.

“Pada proses penyembuhannya pasti ada gejala-gejala ikutan yang biasanya pengobatannya itu salah satunya adalah dengan memberikan obat-obatan simtomatik untuk mengatasi gejalanya,” terangnya.

Karena itu, menjaga kondisi tubuh tetap prima menjadi salah satu langkah penting selama menghadapi perubahan cuaca. Pola hidup sehat dan upaya mempertahankan daya tahan tubuh juga perlu diperhatikan.

Jangan Asal Membeli Obat

Ketika mengalami gejala seperti batuk atau pilek, masyarakat sering memilih melakukan swamedikasi dengan membeli obat secara langsung di apotek.

Apoteker sekaligus Wakil Sekretaris Jenderal Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia, Dr. apt. Lucy Novianti, MM, mengatakan kebiasaan tersebut perlu dilakukan secara bijak.

Menurut Lucy, masyarakat sebaiknya tidak langsung memilih obat hanya berdasarkan pengalaman menggunakan obat tertentu sebelumnya.

“Kalau bicara batuk dan pilek, kadang pasien itu menganggapnya sudah biasa dan datang ke apotek cuma minta obat yang biasanya mereka pakai. Padahal bisa saja gejala dan kebutuhannya berbeda dengan apa yang ia alami saat ini,” paparnya.

Komunikasi dengan apoteker menjadi penting agar obat yang dipilih sesuai dengan kondisi dan gejala yang dialami.

“Obat batuk dan pilek itu variannya banyak sekali, maka sangat penting untuk pasien menjabarkan gejalanya dengan detail kepada apoteker supaya rekomendasi obatnya lebih tepat,” pungkas Lucy.