JAKARTA, Cobisnis.com – Badan Riset dan Inovasi Nasional menyebut Indonesia masih memiliki potensi besar dalam penemuan spesies baru yang belum teridentifikasi.
Peneliti Pusat Riset Biosistematika dan Evolusi BRIN, Deden Girmansyah, mengatakan Papua dan Kalimantan menjadi wilayah yang masih menyimpan banyak kawasan belum tereksplorasi secara optimal.
Menurutnya, potensi penemuan spesies begonia di Indonesia masih sangat besar. Deden menyebut Papua baru mencatat dua spesies begonia, sementara Papua Nugini memiliki sekitar 69 spesies.
Ia memperkirakan jumlah spesies begonia di Kalimantan bahkan dapat mencapai ratusan jenis yang belum ditemukan maupun diteliti lebih lanjut.
Selain memiliki nilai ilmiah, begonia liar juga dinilai memiliki potensi ekonomi karena dapat dimanfaatkan sebagai tanaman hias hingga bahan obat tradisional.
Deden juga menyoroti minimnya jumlah ahli taksonomi di Indonesia. Ia berharap semakin banyak generasi muda tertarik menjadi peneliti taksonomi untuk mempercepat identifikasi biodiversitas nasional.
Menurutnya, Indonesia kini berpacu dengan waktu karena banyak spesies berisiko hilang akibat kerusakan habitat sebelum sempat ditemukan dan didokumentasikan.
Sementara itu, Peneliti Pusat Riset Botani Terapan BRIN, Destario Metusala, menyebut Indonesia memiliki sekitar 4.000 spesies anggrek dan menjadi salah satu negara dengan keragaman anggrek tertinggi di dunia.
Ia menilai sebagian besar anggrek Indonesia memiliki potensi untuk pengembangan obat, kosmetik, tanaman hias, hingga bahan aromatik, namun kelestariannya perlu dijaga melalui budidaya dan penangkaran.