JAKARTA, Cobisnis.com – Wabah botulisme bayi yang dikaitkan dengan susu formula ByHeart kini menjadi salah satu kejadian kontaminasi pangan paling serius dalam beberapa dekade terakhir. Setidaknya 37 bayi telah mengalami botulisme setelah mengonsumsi produk formula bubuk tersebut, memicu penarikan produk berskala nasional di Amerika Serikat.
Kasus pertama terungkap ketika bayi bernama Rose Dexter, berusia satu bulan, menunjukkan gejala sembelit, penurunan berat badan, hingga kelumpuhan bertahap. Pemeriksaan menunjukkan adanya Clostridium botulinum, bakteri penghasil racun saraf paling mematikan di dunia. Kondisi ini kemudian memicu investigasi besar-besaran terhadap formula ByHeart.
Departemen Kesehatan California menemukan bakteri pada satu kaleng yang sudah dibuka, lalu sebuah perusahaan independen juga menemukan bakteri pada beberapa kaleng yang belum dibuka. Hal ini membuat seluruh produk ByHeart tanpa kecuali ditarik dari pasaran. Namun FDA menemukan bahwa sebagian toko besar seperti Walmart, Target, Kroger, dan Sprouts masih menjual produk tersebut.
Pakar keamanan pangan menyebut ini sebagai wabah terbesar yang pernah terjadi akibat susu formula. Para ahli menekankan perlunya menemukan sumber kontaminasi, karena spora botulinum dapat bertahan pada kondisi panas ekstrem dan mampu tumbuh di usus bayi.
Botulisme bayi jarang terjadi kurang dari 200 kasus per tahun di AS namun bisa fatal bila terlambat ditangani. Satu-satunya pengobatan adalah BabyBIG, obat khusus bernilai hampir $70.000, tetapi sangat efektif menyelamatkan nyawa. Sejak Agustus, lebih dari 100 bayi telah menerima pengobatan ini.
Banyak orang tua mengaku tidak mengetahui adanya recall hingga terlambat. Beberapa keluarga, termasuk keluarga Rose, kini menempuh jalur hukum terhadap ByHeart.
Sampai saat ini, penyelidikan terus dilakukan untuk menemukan sumber kontaminasi di jalur produksi susu formula tersebut. Para ahli mendesak agar solusi segera ditemukan guna mencegah lebih banyak bayi yang menjadi korban.