JAKARTA, Cobisnis.com - Singapura merespons kebijakan Indonesia yang memangkas ekspor gas dengan menyatakan dampaknya terhadap kebutuhan energi harian negara tersebut relatif terbatas. Otoritas Pasar Energi Singapura atau Energy Market Authority (EMA) menyebut pengurangan pasokan mencapai 17 BBTUD atau kurang dari 2% kebutuhan gas harian Singapura.
Pengurangan pasokan tersebut diperkirakan berlangsung selama sekitar 18 hari. Angka ini menjadi dasar bagi Singapura untuk menilai dampak kebijakan Indonesia terhadap pasokan gasnya.
EMA menyatakan telah menyiapkan langkah darurat untuk mengantisipasi pengurangan pasokan dari Indonesia. Persiapan tersebut dilakukan untuk menjaga ketersediaan gas selama periode pengurangan berlangsung.
Singapura juga menyebut pasokan yang berkurang dapat digantikan dari sumber gas lain tanpa kendala. Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa negara itu mengandalkan diversifikasi pasokan untuk menghadapi gangguan distribusi.
Dalam pernyataannya, EMA menyampaikan bahwa Singapore GasCo siap secara operasional untuk mengimpor lebih banyak gas alam cair atau liquefied natural gas (LNG) kapan saja. Kesiapan ini menjadi salah satu langkah yang disiapkan untuk menjaga pasokan energi.
Besaran pengurangan sebesar 17 BBTUD disebut setara dengan kurang dari 2% kebutuhan gas harian Singapura. Meski demikian, informasi yang tersedia belum merinci total kebutuhan gas harian negara tersebut dalam angka absolut.
Durasi pengurangan sekitar 18 hari juga menjadi faktor penting dalam menilai dampak kebijakan ini. Namun, belum tersedia rincian mengenai jadwal pengurangan pasokan maupun volume gas yang akan diterima Singapura setiap harinya selama periode tersebut.
Respons EMA memperlihatkan bahwa Singapura mengandalkan pasokan alternatif untuk mengantisipasi perubahan distribusi gas. Kesiapan mengimpor LNG menjadi bagian dari strategi yang disampaikan untuk menjaga kelangsungan pasokan.
Di sisi lain, pemangkasan ekspor gas Indonesia menunjukkan adanya perubahan pasokan yang perlu diantisipasi oleh negara penerima. Dampak lebih luas terhadap hubungan perdagangan energi kedua negara belum dapat disimpulkan hanya dari informasi yang tersedia.
Untuk saat ini, EMA menilai pengurangan pasokan dari Indonesia dapat diatasi melalui sumber alternatif. Perkembangan selanjutnya akan bergantung pada pelaksanaan pengurangan pasokan dan kemampuan Singapura mempertahankan kecukupan energi selama periode tersebut.