JAKARTA, Cobisnis.com – Paus Leo XIV menelepon Presiden Rusia Vladimir Putin pada Jumat (16/10/2026) waktu setempat dari Rumah Sakit Gemelli, Roma, untuk mendesak gencatan senjata lokal di Oleshky, wilayah Kherson, Ukraina, demi melindungi warga sipil dan membuka akses bantuan kemanusiaan.
Vatikan menyampaikan bahwa Paus menyuarakan keprihatinan mendalam terhadap kondisi warga di kota yang berada di bawah pendudukan Rusia tersebut, sementara otoritas Ukraina memperkirakan sekitar 2.000 warga sipil masih bertahan di sana dengan akses makanan dan obat-obatan yang dilaporkan terhambat.
Paus Leo meminta penghentian pertempuran secara lokal agar evakuasi warga dapat berlangsung aman dan bantuan kemanusiaan bisa menjangkau masyarakat yang membutuhkan.
Kremlin menyatakan Putin mendukung upaya Vatikan untuk meringankan situasi kemanusiaan di wilayah tersebut, meski Ukraina menuduh Rusia sengaja menciptakan kondisi kemanusiaan yang buruk di Oleshky.
Sekretaris Negara Takhta Suci, Kardinal Pietro Parolin, berharap permintaan Paus mendapat respons dari pemimpin Rusia tersebut.
“Saya berharap bahwa dihadapkan pada permintaan dari Bapa Suci, Presiden Putin setuju untuk melaksanakan apa yang diminta Paus darinya,” kata Parolin, dilansir CNN pada Sabtu (17/10/2026).
Percakapan itu menjadi komunikasi telepon kedua antara Paus Leo dan Putin selama masa kepausannya, sekaligus menandai aktivitas diplomatik Paus setelah menjalani operasi pengangkatan sebagian paru-paru pada Selasa (13/10/2026).
Pada Jumat, Paus juga memimpin misa di kapel darurat Rumah Sakit Gemelli yang dihadiri tenaga medis dan perawat, sementara Vatikan menyebut pemulihannya menunjukkan perkembangan stabil.
Paus berusia 71 tahun itu dilaporkan sudah dapat bergerak dan bernapas secara mandiri, tetapi hasil pemeriksaan pascaoperasi terkait kondisi kankernya serta kemungkinan perawatan lanjutan belum diumumkan.
Vatikan menjadwalkan Paus memimpin doa Angelus pada Minggu (18/10/2026), yang akan menjadi penampilan publik pertamanya sejak menjalani perawatan, sementara sejumlah agenda dibatalkan hingga 20 Oktober.
Adapun rencana perjalanan Paus ke Amerika Latin pada 6–17 November masih dalam tahap persiapan, meski kepastian pelaksanaannya belum diumumkan.